Rusia Terbuka Beri Persenjataan Canggih untuk Indonesia

Jakarta, IDM – Rusia mengaku sangat terbuka kepada Indonesia jika ingin mengandalkan mereka sebagai mitra "pemasok" persenjataan canggih dalam meningkatkan kapasitas militer dan pertahanan.
"Saya yakin, masa depan kerja sama pertahanan Indonesia-Rusia akan lebih banyak pertukaran, kontak, dan mungkin lebih banyak kesepakatan apakah Indonesia tertarik dengan berbagai jenis persenjataan canggih kami," ungkap Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov, Jakarta, Selasa (3/6).
Rusia, ungkap Sergei, selalu siap jika ingin diandalkan dan terbuka dalam menawarkan sejumlah alutsista canggih seperti pesawat tempur, kapal perang, tank hingga kendaraan lapis baja untuk kekuatan militer Indonesia.
Baca Juga: Prajurit Brigif 3 TBS Selesaikan Latihan Terjun Statik di Ketinggian 1.200 Kaki
"Jadi, kami terbuka dan siap untuk memberikannya kepada teman-teman (Indonesia)" ujar Sergei.
"Jika ada negara yang ingin meningkatkan kapasitas militernya dan pertahanannya, silakan panggil Rusia karena kami siap menyediakan persenjataan dan teknik militer berkualitas tinggi dan sangat canggih yang akan melayani kepentingan nasional Anda, dan akan meningkatkan pertahanan Anda," ucapnya.
Pada Februari lalu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan. Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Sergei Shoigu. Pertemuan keduanya membahas potensi Rusia menjadi mitra dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesa hingga peluang untuk pertukaran dan pelatihan militer.
"Secara historis Rusia punya kontribusi juga, termasuk dalam sejarah perjuangan Indonesia saat kita menghadapi Belanda, ada kontribusi di situ, termasuk juga alutsista-alutsista pertahanan kita, dan bahkan masih ada yang digunakan," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen Frega Wenas Inkiriwang, Selasa (27/2).
Dia menyebutkan sejumlah alutsista TNI saat ini yang dilengkapi produk-produk buatan Rusia, di antaranya pesawat tempur Sukhoi Su-27/30, helikopter MI-17, tank BMP-3F hingga senapan serbu seperti AK-101 dan AK-102.
Baca Juga: Koopsud III Tingkatkan Kesiapsiagaan Penerbang TNI AU dalam Latihan Egress Procedure 2025
"Ini tentunya menunjukkan hubungan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Rusia juga sangat baik," ujar Frega.
Dia pun mengungkapkan potensi kerja sama teknis peralatan militer. Menurutnya, Rusia merupakan salah satu negara yang persenjataannya diakui secara global.
"Harapannya ke depan juga mungkin adalah pertukaran teknologi karena kita tahu saat ini, dengan kiprah Rusia yang memang dalam beberapa tahun terakhir, melibatkan militernya dalam operasi militer, tentunya ada pengalaman tempur yang bisa dibagikan, termasuk teknologi-teknologi terkininya, baik pesawat nirawak ataupun teknologi lainnya," imbuhnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































