HANKAM

RI-Prancis Mulai Pra-Produksi Kapal Selam Scorpene Buat TNI AL

Teknisi
Teknisi PT PAL saat melakukan proses pengelasan baja khusus dalam rangkaian uji produksi kapal selam. (Foto: Dok. PT PAL)

Jakarta, IDM – Proyek kapal selam canggih Scorpene Evolved untuk TNI AL memasuki babak baru. PT PAL Indonesia dan galangan kapal asal Prancis, Naval Group, resmi memulai tahapan pra-produksi.

Fase ini jadi langkah krusial untuk mematangkan desain dan mengecek kesiapan infrastruktur. Cetak biru dipastikan aman sebelum lambung kapal selam masuk lini perakitan utama.

Proyek raksasa ini ditargetkan mulai masuk tahap pembuatan penuh pada Juni 2026. Target ini melanjutkan kesuksesan uji potong baja (steel cutting qualification) yang rampung di Surabaya, Desember tahun lalu.

Baca Juga: Pangdam Cenderawasih Tekankan Pentingnya Pendidikan dan Karakter Generasi Papua

Pada Desember 2025, kemampuan mekanik PT PAL diuji total oleh tim Prancis. Mulai dari pengelasan presisi hingga pengecatan baja khusus dipantau ketat sebagai syarat mutlak sebelum proyek fisik kapal selam dimulai.

Lewat proyek ini, Indonesia mencetak sejarah sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang sanggup merakit mandiri armada selam modern. Kapal ini dibekali teknologi Advanced and Improved Propulsion (AIP), sistem pendorong canggih yang bikin kapal selam bisa menyelam jauh lebih lama tanpa terdeteksi musuh.

Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menyebut industri pertahanan yang kuat menjadi daya tawar strategis dalam menjaga stabilitas kawasan. Apalagi, rivalitas kekuatan dunia di ASEAN saat ini terus meningkat.

Baca Juga: Bandara Husein Sastranegara-Adi Sutjipto akan Diaktifkan Lagi, Wamenhan Minta Operasional TNI AU tak Terganggu

"Indonesia tercatat sebagai negara pertama di ASEAN yang mampu membangun kapal selamnya sendiri, termasuk pengembangan kapal selam Scorpene Evolved dengan teknologi AIP. Kemampuan ini menegaskan kemajuan penguasaan teknologi strategis nasional sekaligus memperlihatkan kesiapan industri pertahanan Indonesia untuk bersaing di tingkat global," kata Kaharuddin, Selasa (26/5).

Dia menambahkan, keberadaan alutsista canggih ini sangat penting untuk memperkuat posisi Indonesia di mata internasional.

"Keberadaan industri pertahanan yang kuat menjadi daya tawar strategis bagi Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang disegani di regional," imbuhnya.

Baca Juga: 1.120 Personel Gabungan Diterjunkan di Kota Makassar, Ada Apa?

Demi memuluskan transfer teknologi, puluhan insinyur PT PAL sudah dikirim ke Cherbourg, Prancis. Di sana, para teknisi lokal digembleng latihan intensif selama tiga bulan langsung di fasilitas Naval Group.

Direktur Program SRI Naval Group Vincent Vimont menegaskan kolaborasi ini sengaja dirancang jangka panjang. Tujuannya jelas, membangun ekosistem industri pertahanan yang mandiri di Indonesia.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.