Revisi Doktrin SBP, KSAU: Perkuat Peran TNI AU Wujudkan Pertahanan Udara Nasional yang Adaptif

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menegaskan bahwa revisi dan penyempurnaan doktrin TNI Angkatan Udara (TNI AU) Swa Bhuwana Paksa (SBP) menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran institusi dalam melaksanakan tugas dalam melindungi serta mewujudkan pertahanan udara nasional yang adaptif dan terintegrasi.
Menurutnya, dinamika lingkungan strategis yang terus berubah, disertai dengan perkembangan teknologi militer yang berlangsung begitu cepat, telah menuntut TNI AU untuk senantiasa beradaptasi secara terencana dan berkelanjutan.
Baca Juga: Kunci Pergerakan Lawan, TNI AL Integrasikan Satelit dan Siber dalam Operasi Multi-Domain
Penegasan tersebut disampaikan oleh KSAU saat memimpin rapat “Uji Naskah III Revisi Doktrin TNI AU Swa Bhuwana Paksa” yang digelar di Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Selasa (24/2).

“Doktrin harus future proof, memiliki relevansi jangka panjang, serta selaras dengan rancana strategis dan postur TNI Angkatan Udara,” tegas KSAU dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Kamis (26/2).
Selanjutnya, Tonny berpesan agar doktrin Swa Bhuwana Paksa memiliki keselarasan dengan kebijakan strategis nasional, termasuk sistem Air Blanket dalam kerangka Perisai Trisula Nusantara. “Sinkronisasi ini krusial untuk memperkuat sistem pertahanan udara nasional secara menyeluruh,” imbuh dia.
Lebih lanjut, doktrin SBP juga harus sejalan dengan Doktrin TNI Tri Dharma Eka Karma (Tridek), peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta dapat diimplementasikan secara operasional dan taktis oleh seluruh satuan di lapangan. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































