Respons Surat Telegram terkait Lonjakan Covid-19, KSAL Berikan 4 Penekanan

Jakarta, IDM - Merespons Surat Telegram (ST) terkait penyebaran dan penularan Covid-19 yang diterbitkan oleh Mabes TNI, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menyampaikan empat penekanan.
Pertama, Ali memerintahkan seluruh jajaran TNI AL untuk melaksanakan pemantauan kembali terhadap prajurit beserta keluarganya yang memiliki gejala mengarah ke Covid-19 dan Mycoplasma pneumonia.
"Kedua, melaksanakan kembali protokol kesehatan dengan cara mencuci tangan, memakai masker, dan tetap waspada dengan selalu menjaga jarak," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama I Wira Hady dalam keterangannya, Jumat (15/12).
Ketiga, Ali juga memerintahkan untuk pelaksanaan skrining rapid test terhadap seluruh prajurit TNI AL beserta keluarganya apabila terdapat gejala-gejala Covid-19.
Baca Juga: Momentum Hari Juang TNI AD, Kopassus Tegaskan Siap Hadapi Ancaman Apapun
Keempat, penekanan kembali vaksinasi bagi yang belum mendapatkan dosis 1 dan 2 serta booster 1 dan 2. "Ini juga kita teruskan melalui Penerangan Pasukan untuk disampaikan ke seluruh jajaran TNI AL," ujar Wira.
Wira juga mengungkapkan fasilitas-fasilitas kesehatan TNI AL tengah disiapkan guna menangani, membantu, juga memantau perkembangan dari peningkatan kasus Covid-19 di masyarakat.
"Serta melaksanakan penekanan KSAL untuk menghadapi atau melayani personel TNI AL dan keluarganya yang terdampak," ungkapnya.
Sampai saat ini, lanjut Wira, belum tercatat temuan atau laporan kasus Covid-19 di lingkungan TNI AL.
Baca Juga: Apel Gelar Pengamanan Pemilu 2024, Brigif 2 Marinir Kerahkan Tiga Satuan Setingkat Batalyon
"Alhamdulillah, sejauh ini belum ada laporan. Untuk konfirmasinya sekiranya ada laporan, kami infokan," jelasnya.
Sebelumnya, beredar salinan dokumen surat telegram bernomor ST/10/2023 yang diterbitkan oleh Mabes TNI tertanggal 14 Desember, ditandatangani oleh Kapuskes TNI Mayjen dr Yenny Purnama. Surat tersebut tertulis berklasifikasi biasa.
Surat tersebut ditujukan kepada jajaran kesehatan di TNI AD, TNI AL, TNI AU, Komando Teritorial serta Komando Utama Operasi di TNI dari Kapuskes TNI, tercantum juga pejabat yang diberikan tembusan di antaranya Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, Pangkostrad, Pangkoarmada RI, Pangkoopsudnas, dan 15 Pangdam.
Terdapat lima poin imbauan dalam surat tersebut, pertama ialah menekankan di jajaran masing-masing untuk menaati protokol kesehatan seperti mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menggunakan masker jika mengalami keluhan batuk pilek atau berada di luar rumah, menerapkan etika batuk dan bersin.
Baca Juga: Setelah di Jakarta Kini KSAD Pimpin Pembersihan Sampah di Sulsel
Kedua, melaksanakan testing dan screening bagi anggota yang dicurigai terpapar virus Covid-19 dengan melakukan swab antigen atau PCR agar mencegah penularan lebih luas.
Ketiga, memberikan kebijakan isolasi mandiri bagi anggota yang hasil swab antigennya positif dengan tanpa gejala, apabila dengan gejala sedang atau berat agar anggota tersebut dirujuk ke rumah sakit supaya kondisi terpantau dengan baik.
Keempat, memerintahkan kepala rumah sakit atau kepala fasilitas kesehatan TNI di jajaran masing-masing untuk menyiapkan ruang isolasi bagi Covid-19.
Kelima, melakukan pelaporan kepada Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI apabila terdapat anggota yang terpapar Covid-19. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































