Resmi Sandang Bintang Tiga, Pangkostrad Langsung Pimpin Sertijab 2 Jabatan Strategis di Kostrad

Jakarta, IDM - Resmi menyandang bintang tiga atau pangkat Letnan Jenderal (Letjen) dari Panglima TNI, Pangkostrad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa langsung memimpin serah terima jabatan (sertijab) dua jabatan strategis di Kostrad, Selasa, (19/12).
Jabatan tersebut yaitu Mayor Jenderal TNI Farid Makruf menerima jabatan Kepala Staf Kostrad (Kaskostrad) dan Brigadir Jenderal TNI Imam Sampurno menyerahkan jabatan Asintel Kaskostrad kepada Brigjen TNI Putra Widyawinaya.
Baca Juga: Rampungkan Pendidikan Seskoau di Korea Selatan, Perwira TNI AU Raih Medali Academic Exellence
Sebelum dilaksanakan serah terima jabatan, terlebih dahulu diadakan tradisi khusus di lingkungan Kostrad yaitu acara penyambutan. Dengan suasana penuh ceria, seluruh prajurit dan PNS Makostrad menyambut dengan nyanyian selamat datang dan tepuk tangan mengiringi kedatangan Kaskostrad baru. Suasana penuh ceria itu pertanda memberikan makna kecintaan dan kesungguhan menerima dan mendukung Pimpinan dengan tulus ikhlas.

Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, dalam sambutannya menyampaikan jika serah terima jabatan merupakan dinamika organisasi yang berkaitan dengan pembinaan personel dan pembinaan satuan. Hal ini bertujuan sebagai kaderisasi, kinerja dan produktivitas satuan serta pengembangan karier Perwira yang bersangkutan.
Baca Juga: 850 Prajurit TNI Dapat Medali Kehormatan dari PBB
“Berkenaan dengan serah terima jabatan ini, selaku Panglima Kostrad dan pribadi saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Brigadir Jenderal TNI Imam Sampurno Setiawan, atas kinerja, dedikasi, loyalitas dan pengabdiannya, sehingga organisasi yang diawakinya dapat berjalan dengan baik dan lancar,” kata Pangkostrad.
“Kepada pejabata baru, Mayor Jenderal TNI Farid Makruf dan Brigadir Jenderal TNI Putra Widyawinaya saya ucapkan selamat datang dan selamat atas kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh Pimpinan TNI AD sebagai Kaskostrad dan Asintel Kaskostrad. Saya percaya berbekal kemampuan dan pengalaman jabatan sebelumnya, Jenderal dan Pamen akan mampu melaksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” tambah Pangkostrad. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































