HANKAM

Resmi Dirilis TNI AU, Ini Keunikan Prangko Bertema Pahlawan Nasional Angkatan Udara

Visual prangko 4 pahlawan nasional
Visual prangko 4 pahlawan nasional TNI AU yang dirilis oleh TNI AU, Kominfo serta PT Pos Indonesia. (IDM/Albrianso Wayapen)

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) resmi meliris prangko bertema pahlawan nasional angkatan udara yang memuat desain visual 4 tokoh, yaitu Marsda TNI (Anumerta) Agustinus Adisutjipto, Marsda TNI (Anumerta) Prof. Dr. Abdulrachman Saleh, Marsda TNI (Anumerta) Halim Perdanukusuma, serta Marsma TNI (Anumerta) Iswahjudi.

Dalam perilisannya, TNI AU menjalin kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta PT Pos Indonesia. Prangko itu memiliki keunikan tersendiri lantaran dikembangkan dengan menerapkan teknologi digital.

Baca Juga: KRI Diponegoro-365 dan 120 Prajurit TNI AL Siap Berangkat ke Lebanon

Menkominfo Budi Arie yang hadir pada acara perilisan prangko itu mengungkap, teknologi digital yang dimaksud adalah adanya kode khusus yang disematkan pada prangko. Kode khusus itu, lanjut Budi Arie, dapat memberikan informasi detail mengenai keempat tokoh pahlawan nasional angkatan udara apabila dipindai atau diakses melalui aplikasi.

“Jadi, tadi saya dijelaskan oleh Pak Direktur ketika kita mengonsepkan prangko itu secara digital, ada latar belakang dan sejarah dari tokoh-tokoh pahlawan angkatan udara,” jelas Menkominfo dalam sambutannya di acara Launching Prangko Pahlawan Nasional TNI AU yang digelar di Mabesau, Senin (4/12).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengungkap sejatinya para pahlawan, tidak terkecuali pahlawan TNI AU, telah berkorban dan memberi kontribusi yang luar biasa dalam menjaga kedaulatan serta wilayah udara Indonesia.

Baca Juga: Dilengkapi dengan Propeller Baru, PTDI Kirimkan Unit ke-5 Pesawat NC212i untuk TNI AU

“Sejarah pengabdian para pahlawan nasional TNI AU juga patut menjadi role model bagi generasi muda TNI AU untuk senantiasa bekerja tanpa pamrih dalam setiap pengabdian dan pelaksanaan tugas,” ungkap Fadjar.

Momen perilisan prangko ini, lanjut KSAU, sekaligus menjadi bukti konkret penghargaan TNI AU kepada para pendahulu angkatan udara, sekaligus tolok ukur perjuangan dalam mengisi kehidupan berbangsa dan bernegara. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.