Monumen Ngoto menjadi bentuk penghormatan atas pengorbanan ketiga perintis TNI Angkatan Udara (TNI AU), yakni Agustinus Adisutjipto, Abdulrachman Saleh, dan Adi Soemarmo, yang gugur saat menjalankan misi kemanusiaan pada awal masa kemerdekaan.
Sekolah Penerbang Maguwo menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian sejarah perjuangan para prajurit TNI Angkatan Udara (TNI AU) pada masa kemerdekaan Indonesia.
TNI Angkatan Udara (TNI AU) resmi meliris prangko bertema pahlawan nasional angkatan udara yang memuat desain visual 4 tokoh, yaitu Marsda TNI (Anumerta) Agustinus Adisutjipto, Marsda TNI (Anumerta) Prof. Dr. Abdulrachman Saleh, Marsda TNI (Anumerta) Halim Perdanukusuma, serta Marsma TNI (Anumerta) Iswahjudi.