HANKAM

Rentetan Kekerasan oleh OPM, Panglima TNI: Penyelesaian Masalah Papua Harus Kolaborasi

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto angkat bicara terkait rentetan kekerasan yang dilakukan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) belakangan ini.

Menurut Panglima TNI, penyelesaian masalah Papua tidak bisa hanya dilakukan oleh TNI.

“Saya sudah bilang awal dulu, bahwa penyelesaian Papua itu harus kolaborasi. Tidak hanya TNI. Kalau hanya TNI, nanti (konotasinya) kekerasan,” kata Agus di Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (27/9).

Baca Juga: Perjelas Sasaran Malam Hari, Marinir Uji Senjata Pembidik Termal Asal Ceko

Terbaru, kelompok separatis OPM membunuh sopir logistik di wilayah Papua berinisial AS di Jalur Wamena menuju Mbua, Papua Pegunungan pada 16 September 2026.

Sebelumnya, OPM juga menembak tiga aparatur sipil negara (ASN) hingga tewas di Distrik Muliama, Jayawijaya, Papua Pegunungan, 9 September 2026.

Agus mengatakan, TNI melalui Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III telah merespons serangan tersebut dengan menyita sejumlah senjata milik OPM.

“Laporan (terbaru) dari Pangkogabwilhan III, TNI sudah mendapatkan delapan pucuk senjata. Ada jenis SS1-V1 yang direbut,” tutur Panglima TNI.

Di sisi lain, TNI juga terus melaksanakan operasi teritorial di Bumi Cenderawasih, seperti membangun jembatan, membenahi gereja hingga sekolah, yang turut bekerja sama dengan pemerintah setempat.

Baca Juga: ASN Meninggal saat Latsarmil Komcad, Tahapan Seleksi dan Kesehatan akan Dievaluasi

“Dari TNI AD membuat bor untuk air bersih. Membangun sekolah-sekolah yang rusak, kemudian melayani kesehatan. Bahkan prajurit saya ada yang mengajar, mengajar di daerah-daerah terpencil,” kata Agus.

Agus mengatakan, TNI ikut membantu percepatan kesejahteraan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Papua. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa separatisme harus ditumpas.

“OPM ini kan separatis, ya harus ditumpas. Tidak boleh ada separatis di negara kita,” kata Panglima TNI.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.