HANKAM

Rencana TNI AL Tambah Area Latihan di Pesisir untuk Pendaratan Amfibi

Lantamal IV.
Lantamal IV bersam Yonmarhanlan IV menggelar rapat untuk membahas rencana penambahan area latihan pendaratan amfibi, Batam, Selasa (10/6). (Foto: Dok. Pasmar 1)

Jakarta, IDM – TNI AL tengah menggodok rencana penambahan area latihan laut zonasi sebagai pendaratan amfibi.

Hal itu diungkapkan dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Wadan Lantamal) IV Kolonel Laut (P) Ketut Widiantara, Batam, Selasa (10/6).

Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan, Panglima TNI Kerahkan Prajurit sampai Distribusi Hasil Pertanian

Wakil Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Wadan Yormarhanlan) I Mayor (Mar) Santri Mada Seba Sitepu yang turut hadir dalam rapat tersebut, menjelaskan rencana penambahan area latihan difokuskan pada wilayah pesisir hingga pulau-pulau kecil.

“Permohonan penambahan area latihan laut zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil sebagai daerah pendaratan amfibi di Pantai Todak, Kabupaten Lingga serta rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil,” jelasnya, dikutip dari keterangan Pasmar 1.

Ia mengatakan pembahasan rencan permohonan penambahan area latihan laut wilayah pesisir ini bertujuan mendukung latihan operasi pendaratan amfibi TNI AL, lebih baik ke depannya.

“Pada rapat ini dibicarakan juga tentang pembahasan lahan Kampung Skip Desa Kampung Bugis Bintan Utara, Kepulauan Riau (untuk rencana zonasi wilayah latihan)” kata Santri.

Baca Juga: 58 Tahun Berkiprah, Yonif Pandawa Jadi Batalyon Legendaris dan Militan

Terpisah, Danyonmarhanlan IV Batam Letkol (Mar) Tomas Febrianto, menyampaikan sangat mendukung penuh kebijakan pimpinan TNI AL dalam memperluas daerah latihan pesisir.

“Kami mendukung kebijakan pimpinan TNI AL dalam menambah area latihan di pesisir pantai untuk menunjang keberhasilan latihan pendaratan amfibi, sebagaimana bentuk latihan yang dilaksanakan oleh TNI AL, khususnya Korps Marinir,” ujar Tomas. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.