Rencana Poltekad, Gunakan Inovasi Ban Tanpa Udara Pada Ranpur TNI AD

Jakarta, IDM – Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) merencanakan akan mengembangkan inovasi Ban Tanpa Udara pada kendaraan tempur (ranpur) TNI AD.
"Inovasi ban ini sudah digunakan di kendaraan taktis (rantis), ke depan pengembangan lebih lanjut, roda ini akan digunakan untuk kendaraan tempur TNI AD," tulis keterangan Poltekad seperti dikutip dari postingan instagram resmi @poltekad_official, Kamis, (2/12).
Baca Juga: Dankormar Berikan Pesan Khusus kepada 40 Perwira Marinir, Ada Apa?
Inovasi Ban Tanpa Udara ini diciptakan Dosen Jurusan Teknik Otomotif Kendaraan Tempur Poltekad), Lettu Arm Farid Hendro W. "Ban tanpa udara ini merupakan teknologi ban masa depan yang merupakan hasil karya penelitian dan pengembangan poltekad," tulis postingan Poltekad.

Inovasi ini dikatakan memiliki sejumlah keunggulan, diantaranya tahan terhadap tembakan senjata ringan dan dapat digunakan untuk kendaraan taktis serta anti bocor.
Baca Juga: Bukan Hanya Menjaga Kedaulatan, Prajurit Marinir Jadi Sahabat Anak Papua
Sementara itu dilansir dari Kompas, spesifikasi pada ban tanpa udara ini memiliki diameter maksimal pada roda adalah 20 centimeter.
Konstruksi ban yang digunakan yaitu pada bagian luar tapak roda terbuat dari karet alam atau rubber natural. Kemudian menggunakan fleksibel skop bahan poliuretan yang memiliki fleksibilitas yang sangat tinggi dan pelek yang berfungsi sebagai penghubung antara as roda dan roda tanpa udara. Pelek dibuat cukup unik berupa rongga-rongga yang menyerupai sarang laba-laba. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































