HANKAM

Regenerasi Komando Kapal Pemburu Ranjau, KRI Pulau Fani-731 Ganti Nahkoda

Komandan KRI Pulau Fani-737
Serah terima jabatan Komandan KRI Pulau Fani-737 di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (2/1). (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – TNI AL kembali melakukan regenerasi kepemimpinan pada unsur strategis pertahanan laut. Tongkat komando KRI Pulau Fani-731, kapal pemburu ranjau jajaran Koarmada II, resmi berganti melalui upacara serah terima jabatan di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (2/1).

Serah terima jabatan dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Kapal Ranjau (Dansatran) Koarmada II Kolonel Laut (P) M. Sati Lubis. Jabatan komandan KRI Pulau Fani-731 yang sebelumnya diemban Letkol Laut (P) Farid Ardiansyah, kini resmi diserahterimakan kepada Letkol Laut (P) Indra Julia Purnomo.

Dalam amanatnya, Sati Lubis menegaskan pergantian jabatan merupakan bagian penting dari pembinaan organisasi TNI AL untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan kesiapan tempur satuan.

Baca Juga: TNI Percepat Pembangunan 1.050 Hunian Sementara untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh

“Pergantian jabatan ini merupakan proses yang wajar dan strategis dalam organisasi TNI AL. Tujuannya tidak hanya sebagai regenerasi kepemimpinan, tetapi juga untuk memantapkan manajemen organisasi agar semakin responsif, adaptif, dan antisipatif dalam menghadapi dinamika serta tantangan tugas ke depan,” ujar Sati Lubis, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin KRI Pulau Fani-731, sekaligus memberikan kepercayaan penuh kepada komandan baru untuk melanjutkan dan meningkatkan kinerja kapal perang tersebut.

“Kepada pejabat lama saya ucapkan terima kasih atas dedikasi dan loyalitasnya. Sementara kepada pejabat baru, saya ucapkan selamat bertugas dan kepercayaan penuh untuk mengemban amanah ini sebaik-baiknya,” katanya.

Baca Juga: Prajurit Kopassus Bersihkan Sungai Cibanten

KRI Pulau Fani-731 merupakan salah satu kapal pemburu ranjau terbaru milik TNI AL, bersama kapal kembarannya KRI Pulau Fanildo-732. Kedua kapal ini memiliki peran vital dalam menjamin keamanan jalur pelayaran nasional dari ancaman ranjau laut, sekaligus memperkuat postur pertahanan maritim Indonesia, khususnya di wilayah kerja Koarmada II.

Sati Lubis berharap seluruh prajurit KRI Pulau Fani-731 dapat memberikan dukungan penuh kepada komandan baru agar kapal tersebut terus menunjukkan performa terbaik dalam mendukung tugas-tugas operasi TNI AL.

“Saya harap seluruh prajurit memberikan dukungan maksimal kepada komandan baru, sehingga KRI Pulau Fani-731 tetap mampu menunjukkan kinerja dan prestasi terbaik dalam setiap pelaksanaan tugas,” pungkasnya.

Sebelumnya, jajaran kapal perang jenis pemburu ranjau Koarmada II juga melaksanakan serah terima jabatan sejumlah komandan dalam upacara yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (30/12). Upacara tersebut juga dipimpin Sati Lubis.

Baca Juga: Kunjungi Yon TP 861 di Wanam Merauke, Menhan: Batalion Ini Harus Selalu Menang di Daerah Operasi

Dalam upacara tersebut dilakukan serah terima jabatan Komandan KRI Pulau Rengat-711, KRI Pulau Raas-722, KRI Pulau Fanildo-732, serta Komandan Divisi TPR Bantu Satran Koarmada II.

Komandan KRI Pulau Rengat-711 yang semula dijabat Letkol Laut (P) Indra Julia Purnomo, digantikan oleh Letkol Laut (P) Lucky Herry Kristanto. Komandan KRI Pulau Raas-722 dari Mayor Laut (P) Zuun Bashori diserahkan kepada Mayor Laut (P) Pungguh Scandya Ardana.

Sementara itu, KRI Pulau Fanildo-732 yang sebelumnya dipimpin Letkol Laut (P) Adhi Nugroho, kini diberikan kepada Letkol Laut (P) Leonardus Deddy. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.