HANKAM

Refleksi HUT ke-77, KSAU: Perjalanan Panjang Pembangunan TNI AU

KSAU
KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo saat konferensi pers gladi bersih upacara peringatan HUT ke-77 TNI AU. (IDM/Yuli Ari)

Jakarta, IDM - Upacara HUT ke-77 TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang diperingati pada 9 April 2023 mendatang di Taxy Way Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta akan digelar secara masif dengan mengerahkan puluhan pesawat hingga ribuan prajurit TNI AU.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengungkapkan dalam upacara tahun ini pihaknya melibatkan 82 pesawat terbang dari berbagai jenis serta 3.300 prajurit TNI AU, di mana 2.200 prajurit merupakan bagian dari pasukan darat, sementara 1.100 prajurit lainnya adalah awak pesawat dan ground crew.

Baca Juga: Danlantamal XIII Tinjau Kesiapsiagaan Pos TNI AL Perbatasan Indonesia-Malaysia di Sebatik

"Upacara ini sengaja digelar dengan cukup besar mengingat kita (HUT TNI AU) jatuh pada (usia) ke-77 tahun, di mana kita menilai bahwa cukup panjang perjalanan pembangunan TNI AU," ungkap Fadjar kepada awak media usai pelaksanaan gladi bersih upacara peringatan HUT ke-77 TNI AU, Kamis (6/4). Upacara ini, lanjutnya, merupakan bentuk pertanggungjawaban TNI AU kepada rakyat dan bangsa Indonesia.

jet tempur
Aksi manuver udara jet tempur TNI AU dalam gladi bersih upacara peringatan HUT ke-77 TNI AU. (IDM/Faisal Ramadhan)

Pada kesempatan yang sama, Fadjar menampik isu yang sempat menyebut jika kesiapan pesawat Sukhoi TNI AU cukup rendah. Fadjar menegaskan jika pihaknya akan selalu menjaga dan meningkatkan kesiapan pesawat tempur TNI AU. Meskipun dinamika geopolitik saat ini memang ia akui cukup berpengaruh pada sejumlah hal, baik supply chain maupun suku cadang pesawat tertentu.

"Memang beberapa waktu lalu ada sedikit kendala dan kendala ini merupakan masalah di dunia setelah ada pandemi, di mana supply chain semua terganggu tetapi kami dapat mengatasinya dan kami ingin memperlihatkan kepada rakyat Indonesia bahwa TNI AU selalu siap mempertahankan kedaulatan udara," tegas KSAU.

Baca Juga: Keren, Helikopter Raksasa Mil Mi-26 Muat Perbekalan untuk Pasukan Garuda

Sebagaimana diketahui, TNI AU merupakan bagian integral TNI yang melaksanakan tugas matra udara di bidang pertahanan hukum dan menjaga wilayah kedaulatan udara yurisdiksi nasional sesuai dengan hukum nasional dan internasional yang telah diratifikasi.

Selain itu, para tentara langit ini juga bertugas untuk melakukan pembangunan dan pengembangan matra udara, serta melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan udara. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.