HANKAM

Ratusan Taruna AAL Praktik Peran Layar KRI Bima Suci di Perairan Thailand

AAL
Para taruna AAL berlatih peran layar di KRI Bima Suci saat melintasi Teluk Thailand, Kamis (15/8). (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM - Sebanyak 189 taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-71 mendapatkan pengetahuan peran layar di atas KRI Bima Suci saat melintasi Teluk Thailand, dalam pelayaran menuju Kamboja, Kamis (15/8).

Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Hastaria Dwi Prakoso menjelaskan pada praktik latihan tersebut, ratusan taruna AAL dikenalkan dengan 26 layar dan 3 tiang layar utama yang ada pada KRI Bima Suci.

"3 tiang utama terdiri dari tiang tanggap, tanggon, dan trengginas. Selanjutnya, para taruna secara bergantian melaksanakan peran layar sesuai dengan instruksi dari pelatih," ujar Hastaria, dikutip dari laman TNI AL, Jumat (16/8).

Baca Juga: Lulus Tamtama, 600 Siswa Resmi Jadi Prajurit TNI Berpangkat Prada

Hastaria melanjutkan, latihan peran layar bertujuan mempraktikkan langsung ilmu yang didapat selama masa pendidikan di akademi sekaligus mengasah kemampuan dan keterampilan para taruna AAL dalam mengendalikan layar.

"Sebelum melaksanakan praktik lapangan dalam latihan peran layar, para taruna ini mendapatkan perkenalan (briefing), simulasi dan pengetahuan peran layar," lanjutnya.

Menurutnya, KRI Bima Suci memiliki tiga misi utama dalam pelayarannya, selain sebagai kapal layar latih untuk mempraktikkan pelajaran selama di akademi, juga memiliki peran diplomasi kepada negara-negara yang menjadi tempat singgah dan sebagai duta bangsa untuk mengenalkan budaya bangsa Indonesia.

Baca Juga: Marinir Akan Gelar Latihan Pasukan Khusus Intai Amfibi Agustus-September, Ini Lokasinya

"Praktik peran layar merupakan salah satu wujud membangun pengetahuan berlayar kepada taruna AAL serta bertujuan meningkatkan profesionalisme dan mempertajam naluri tempur para taruna dan prajurit TNI AL dalam mengawaki alutsista," kata Hastaria.

Adapun KRI Bima Suci akan menempuh pelayaran muhibah Kartika Jala Krida (KJK) 2024 selama 90 hari atau sekitar 3 bulan dengan menyinggahi beberapa negara di Asean, Asia Timur hingga Eropa Timur, seperti Kamboja–Vietnam–China–Korea Selatan–Rusia–Jepang–Filipina dengan jarak tempuh total sejauh 10.715 mil laut. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.