Ratusan Siswa Setukpa A-43 Rampungkan Latihan Berganda, Asah Kemampuan Hanlan hingga Survival

Jakarta, IDM - Sebanyak 160 siswa Sekolah Pembentukan Bintara (Setukba) Angkatan 43 (A-43) berhasil merampungkan Latihan Berganda (Latganda) yang digelar selama 6 hari, sejak 20 sampai 25 November 2023 di wilayah Pacitan.
Latganda ditutup dengan upacara militer yang dipimpin oleh Komandan Wingdik 400 Kolonel Pas RH. Aritonang, mewakili Komandan Lanud (Danlanud) Adi Soemarmo Marsma TNI Ridha Hermawan, di Pantai Telengria Pacitan, Sabtu (25/11).
Dalam sambutan tertulis Danlanud Adi Soemarmo, yang dibacakan Danwing 400, Marsma TNI Ridha berharap agar para siswa dapat lebih giat belajar dan berlatih untuk menghadapi beragam tantangan tugas di masa depan yang semakin kompleks, meski latihan ini telah berakhir. Dengan demikian, mereka kelak dapat mendukung tugas satuan, sekaligus mewujudkan TNI AU yang disegani di kawasan.
Baca Juga: Keris Marex-23: Marinir TNI AL dan AS Latihan Taktik Patroli Tempur
“Sudah sepantasnya kita mengucap syukur karena para siswa telah menyelesaikan Latihan Berganda yang secara keseluruhan dapat berjalan dengan baik, aman, dan lancar, serta dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan program pendidikan dan pelatihan yang telah direncanakan,” sambung Danlanud Adi Soemarmo.

Melansir keterangan Penerangan Lanud Adi Soemarmo dijelaskan, materi Latganda yang diterima oleh ratusan siswa itu meliputi Taktik Kesatuan Kecil (TKK), jurkas, dan pertahanan pangkalan (Hanlan).
TKK digelar dengan sasaran agar para siswa dapat melaksanakan serangan lambung kanan/kiri dan serangan senjata dengan benar. Usai latihan TKK, mereka melanjutkan latihan dengan kegiatan hanmars dengan berjalan kaki sejauh 12 km.
Baca Juga: KRI Spica-934 Tuntaskan Misi Latma Survei Hidro-Oseanografi dengan Australia
Memasuki hari keempat, para siswa melanjutkan Latganda dengan melaksanakan praktek jurkas yang bertujuan untuk melatih peluncuran yang baik dan benar. Harapannya, setelah latihan ini akan muncul jiwa militan, serta fisik dan mental yang baik.
Usai kegiatan Jurkas, Latganda dilanjutkan dengan materi survival yang bertujuan untuk memberi keterampilan bertahan hidup dalam situasi darurat di alam liar seperti membangun tempat berlindung, mencari makanan, membuat api, melakukan navigasi, dan perawatan medis.
Sehari berselang, siswa Setukpa A-43 mempraktekkan Hanlan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kemampuan perorangan dan beregu; kemampuan dalam menghadapi segala ancaman; serta kemampuan mempertahankan dan mengamankan pangkalan maupun aset-aset yang berada di wilayahnya. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































