Ratusan Siswa Kursus Para Dasar A-202 Berhasil Lakukan Penerjunan Perdana

Jakarta, IDM – Sebanyak 220 siswa Kursus Para Dasar Angkatan ke-202 berhasil melakukan penerjunan perdana dengan titik pendaratan di Runway Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung, Kamis (30/1).
Ratusan siswa tersebut mengawali penerjunan dari titik muat Bandara Husein Sastranegara, Bandung untuk selanjutnya bersiap terjun dari pesawat C-130 Hercules yang dikerahkan dari Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh Malang.
Baca Juga: Marinir Lepas Satgas Kompi Komposit Penjaga Perbatasan Natuna Utara 2025
"Penerjunan perdana ini menjadi tahapan penting sekaligus momen bersejarah dalam tahap pelatihan para siswa. Kegiatan yang sama juga bertujuan untuk menguji kesiapan mental dan keterampilan yang telah mereka pelajari selama kursus," tulis TNI AU dikutip dari laman resmi tni-au.mil.id, Jumat (31/1).

Komandan Wing Pendidikan (Danwingdik) 800/Pasgat, Kolonel Pas Harry Nugroho menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pendidikan di Wing Pendidikan 800/Pasgat yang bertujuan membentuk prajurit matra udara yang tangguh, disiplin, dan siap menghadapi berbagai misi di medan tugas.
Baca Juga: Pilpres-Pilkada 2024 Berjalan Aman, Panglima Agus Apresiasi Jajaran TNI
"Dengan selesainya penerjunan pertama ini, para siswa akan melanjutkan tahap-tahap latihan berikutnya sebagai bagian dari rangkaian pendidikan lintas udara," kata Harry.
Lebih lanjut Danwingdik 800/Pasgat mengatakan, dengan semangat tinggi, para siswa diharapkan dapat menyelesaikan seluruh tahapan kursus dengan baik dan menjadi prajurit udara yang profesional. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































