Ratusan Karangan Bunga Warnai Sertijab Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana

Jakarta, IDM – Ratusan karangan bunga penuhi Markas TNI AD, Jumat (31/10). Karangan bunga ini hadir sebagai bentuk ucapan atas Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) dari Brigjen TNI Wahyu Yudhayana ke Kolonel Inf Donny Pramono.
Berdasarkan pantauan Indonesia Defense Magazine di lokasi karangan bunga tersebut didominasi dari media hingga pimpinan Angkatan Darat dari berbagai satuan.
Baca Juga: TNI AD Target Bangun 750 Batalion hingga Tahun 2029
Sertijab Kadispenad hari ini berlangsung dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Menurut Kasubdispenum Dispenad, Kolonel Arm Gatot Awan Febrianto, Sertijab yang berlangsung untuk enam pejabat terdiri dari Kadispenad hingga Pangdam XIV/Hasanuddin.
Untuk diketahui Brigjen TNI Wahyu Yudhayana nantinya mengisi jabatan Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres) Kementerian Sekretariat Negara RI menggantikan Mayjen TNI Kosasih.
Baca Juga: MOT 2025, Penerbang Tempur TNI AU Tingkatkan Kesiapsiagaan Operasional Terbang Malam
Posisi Kadispenad nantinya diisi Kolonel Inf Donny Pramono yang sebelumnya menjabat sebagai Paban VI/Inteltek Sintelad. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































