Rasa Cinta Tanah Air Kunci Bentengi Rakyat Indonesia

(IDM) - Pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Dudung Abdurachman bahwa Kelompok Kekerasan Bersenjata Papua dan Papua Barat (KKB) merupakan sekelompok masyarakat yang belum paham mengenai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan perlu dirangkul untuk diberikan pencerahan nilai-nilai kebangsaan dan cinta Tanah Air mengundang reaksi dari berbagai pihak.
Anggota DPR RI Hamka B Kady berpandangan, pendekatan terhadap rakyat Papua memang harus berdimensi humanistis dan persuasif. Ia mendukung penuh langkah TNI yang memiliki komitmen kuat untuk melakukan upaya dialogis mengajak pemberontak KKB kembali ke pangkuan ibu pertiwi.
"Ujung-ujungnya tentu menjaga kedaulatan NKRI. Pemberontak bersenjata itu adalah anak bangsa juga. Itu yang perlu dicatat. Jadi dengan merangkul mereka dan memberi pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan dan rasa cinta tanah air adalah langkah yang patut didukung," tutur Hamka dalam gelaran Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Makassar, Sabtu (27/11).

Foto Istimewa
Yang tak kalah penting kata Politisi Golkar ini, kesejahteraan rakyat Papua tentu menjadi tujuan utama dari pendekatan persuasif ini. Oleh sebab itu, upaya ini perlu didukung oleh semua komponen bangsa dan dilakukan secara serius berkelanjutan.
"Sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika mesti dilakukan secara masif, sistematis, dan terukur," seru Hamka.
Anggota Komisi V DPR ini menggarisbawahi bahwa solusi untuk membentengi rakyat Indonesia termasuk rakyat Papua dari perpecahan adalah menanamkan rasa cinta tanah air dan wawasan kebangsaan sejak dini.
Jika hal ini dilakukan secara berkelanjutan, cepat atau lambat narasi permusuhan dan kebencian terhadap NKRI tidak akan berhasil.
"Rakyat Papua adalah bagian dari NKRI. Jawabannya adalah Pancasila. Kita semua harus kembali mengokohkan diri dalam setiap kata dan perbuatan harus sesuai dengan Pancasila," pungkasnya. (nhn/yas)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































