HANKAM

Rapim TNI AU 2023, KSAU Beri Arahan untuk Dansat hingga Penghargaan Bagi Prajurit TNI AU Berprestasi

KSAU
KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo saat memberikan pengarahan kepada jajaran personel TNI AU dalam Rapim TNI AU tahun 2023, Jakarta, Jumat (10/2). (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memberikan sejumlah arahan kepada seluruh Komandan Satuan (Dansat) di jajaran TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AU tahun 2023 yang digelar di Puri Ardhya Garini Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (10/2).

Arahan yang diberikan oleh KSAU berfokus pada sejumlah bidang tugas, di antaranya bidang pembinaan kekuatan dan kemampuan TNI AU, perencanaan dan anggaran, intelijen, operasi dan latihan, sumber daya manusia (SDM), logistik, pembinaan potensi dirgantara, komunikasi dan elektronika, lambangja, serta bidang kerja sama internasional.

Secara khusus pada bidang pembinaan kekuatan dan kemampuan TNI AU, Fadjar menegaskan seluruh jajaran TNI AU harus menyiapkan dan mengoptimalkan kemampuan satuan.

“Hal ini untuk mendukung penugasan dalam rangka membantu pemerintah mewujudkan program prioritas nasional,” ungkap Fadjar seperti dikutip dari laman TNI AU.

KSAU
KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo saat memberikan penghargaan kepada para prajurit TNI AU yang berprestasi dalam Rapim TNI AU tahun 2023, Jakarta, Jumat (10/2). (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Pada kesempatan yang sama, KSAU juga memberikan penghargaan dan apresiasi kepada seluruh prajurit TNI AU atas dedikasi dan kinerja baik mereka sepanjang tahun 2022. Secara khusus, penghargaan diberikan kepada lima orang prajurit TNI AU yang telah melaksanakan tugas dengan baik dan mengangkat citra positif TNI AU.

Kelima prajurit tersebut adalah Serda Yuda Maisa Putra dan Serda Erika Yolanda dari Puspotdirga. Keduanya menorehkan prestasi gemilang dalam Kejuaraan Dunia Paralayang Meghalaya Open Paragliding Championship & Asian League Qualification yang digelar di Rapleng, India.

Serda Yuda berhasil menyabet gelar juara 1 untuk kategori perorangan putra. Sementara Serda Erika membawa pulang medali perunggu setelah menjadi juara 3 dalam kategori perorangan putri.

Prajurit ketiga yang mendapat penghargaan dari KSAU adalah Praka Ongen Saknosiwi dari Dispamsanau, yang merupakan juara tinju kelas bulu 57,1 kg WBC Asia Boxing Council Continental.

Baca: KSAL Pimpin Sertijab Tiga Jabatan Strategis TNI AL, Ini Sosoknya

Selanjutnya, dua prajurit dari Yonko 467 Wing I Kopasgat atas nama Pratu Taufik Ilham dan Praka Benedictus Kewamijay yang sama-sama mendapat penghargaan usai berhasil menangkap pelaku pembobolan ATM Mandiri di Green Terrace Cipayung Jakarta Timur.

Sebelum mendapat penghargaan dari KSAU, kelima prajurit TNI AU tersebut telah terlebih dahulu mendapat penghargaan dari Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono pada saat Rapim TNI yang digelar di Museum Satria Mandala. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.