HANKAM

Ranpur Kapa hingga Excavator Marinir Turun Bersihkan Pascabanjir Sumatra

Marinir
Marinir mengerahkan sejumlah kendaraan tempur hingga excavator untuk membersihkan material pascabanjir bandang di Sumatra, Senin (22/12). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM – Korps Marinir menurunkan kendaraan tempur (ranpur) dan alat berat untuk membersihkan wilayah terdampak banjir bandang di Sumatra. Ranpur yang biasa beroperasi di medan tempur kini jadi andalan membuka akses jalan dan mempercepat pemulihan kawasan bencana.

Sebanyak 16 prajurit Marinir diberangkatkan dari Cilandak menuju Kolinlamil, Jakarta, Senin (22/12). Dari sana, personel dan peralatan diberangkatkan menggunakan kapal perang (KRI) menuju lokasi terdampak.

Material yang dibawa tak main-main. Marinir mengerahkan dua unit ranpur Kapa K-61, kendaraan Foreider Kavaleri, opleker, kendaraan Iveco Zeni, serta excavator milik Batalion Zeni 1 Marinir.

Baca Juga: Pati TNI AD yang Dimutasi, Berikut Daftarnya

Di Tapanuli, Sumatra Utara, Rabu (24/12), prajurit Batalion Zeni 1 Marinir yang tergabung dalam Satgas Zeni Marinir TNI AL dan Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) langsung turun ke lapangan. Jalan dan permukiman warga yang tertutup lumpur, kayu besar, serta puing bangunan dibersihkan satu per satu. Excavator dikerahkan agar akses warga bisa segera terbuka.

Marinir
Pasukan Zeni Marinir menggunakan excavator untuk mempercepat pemulihan akses warga yang tertutup lumpur di Tapanuli, Sumatra Utara, Rabu (24/12). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi menegaskan keterlibatan Marinir dalam misi kemanusiaan adalah bentuk pengabdian kepada rakyat.

“Korps Marinir akan selalu hadir di setiap kesulitan rakyat serta memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan layak,” kata Endi, dikutip dari keterangan Dispen Kormar.

Baca Juga: Danbrig Parako 2 Pasgat Pastikan Kesiapan Personel Jelang Pengamanan Nataru

Sementara itu, Komandan Satgas PRCPB Letkol (Mar) Zainal meminta seluruh personel tetap bergerak cepat dan mengutamakan keselamatan.

“Pastikan setiap titik bisa kembali digunakan masyarakat. Kehadiran kita harus benar-benar memberi dampak nyata bagi warga,” ujarnya.

Sepanjang 2025, pengerahan ranpur dan alat berat Marinir ke wilayah bencana di Sumatra ini tercatat sebagai yang ketiga kalinya dilakukan, setelah sebelumnya terlibat dalam fase tanggap darurat dan pemulihan awal. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.