HANKAM

Rampungkan Pendidikan di AS, Perwira TNI AU Sabet Penghargaan Bergengsi 'Distinguised Graduate'

Chessa Razky Surya Bhaskara
Kapten Pnb Chessa Razky Surya Bhaskara berhasil memperoleh predikat 'Distinguished Graduate (DG)' dari Squadron Officer School (SOS) di Amerika Serikat (AS). (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Kapten Pnb Chessa Razky Surya Bhaskara tidak sekadar menyelesaikan pendidikan Squadron Officer School (SOS) di Amerika Serikat (AS), tetapi juga berhasil memperoleh predikat 'Distinguished Graduate (DG)'.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Chessa lantaran ia dinilai sebagai peserta dengan capaian terbaik selama pendidikan. Indikator penilaian 'Distinguised Graduate' merujuk pada sejumlah aspek, mulai dari aspek akademik, kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, kesamaptaan jasmani, hingga penilaian dari instruktur dan rekan peserta.

Baca Juga: Panglima AL Belanda Temui KSAL di Surabaya, Bahas Latihan Operasi hingga Pendidikan

Kapten Pnb Chessa tergabung dalam program pendidikan SOS Class 26D di Maxwell Air Force Base, Amerika Serikat, yang berlangsung pada 26 Februari hingga 8 Mei 2026.

SOS Class 26D diikuti oleh 559 siswa, yang terdiri atas 536 perwira United States Air Force (USAF) dan 23 perwira internasional. Selain Chessa, TNI Angkatan Udara juga mengirim Kapten Pnb Sandy Tyas Febrianto yang turut menyelesaikan pendidikan tersebut.

Chessa Razky Surya Bhaskara
Kapten Pnb Chessa Razky Surya Bhaskara dan Kapten Pnb Sandy Tyas Febrianto berhasil menyelesaikan pendidikan di Squadron Officer School (SOS) di Amerika Serikat (AS). (Foto: Dok. Dispenau)

"Keikutsertaan Kapten Pnb Chessa Razky Surya Bhaskara dan Kapten Pnb Sandy Tyas Febrianto dalam pendidikan tersebut mencerminkan komitmen dan profesionalisme perwira TNI AU dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat hubungan kerja sama internasional antarangkatan udara," ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana dikutip dari siaran pers Dispenau, Jumat (15/5).

Baca Juga: TNI AL Perluas Fungsi Simulasi Geladak Kapal Induk, Operasikan Heli untuk Misi SAR dan Logistik

Squadron Officer School (SOS) merupakan pendidikan perwira United States Air Force yang setingkat dengan Sekolah Komando Kesatuan TNI Angkatan Udara (Sekkau) di Indonesia.

Selama menempuh pendidikan, para peserta dibekali dengan materi yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan, kemampuan komunikasi, kerja sama internasional, serta perencanaan dan pengambilan keputusan dalam operasi udara dan organisasi militer modern. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.