HANKAM

Rampungkan Latma Codex di Vietnam, KRI Bung Tomo Kembali ke Batam

KRI Bung Tomo
KRI Bung Tomo-357 kembali ke Batam, Kepulauan Riau, Selasa (27/8), usai mengikuti latihan bersama terkoordinasi Codex 24B-2024 di Laut Vietnam. (Foto: Dok. Dispen Koarmada I)

Jakarta, IDM – KRI Bung Tomo-357 kembali berlabuh di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (27/8), usai menuntaskan rangkaian latihan bersama terkoordinasi (Codex) 24B-2024 di Vietnam selama sepekan.

Korvet jenis patroli lepas pantai dari jajaran Koarmada I itu melaksanakan latihan bersama dengan kapal perang milik Angkatan Laut Rakyat Vietnam, yakni VPNS 17 selama 19-24 Agustus.

"Latihan tersebut bertujuan meningkatkan interoperabilitas TNI AL dan Angkatan Laut Rakyat Vietnam serta memperkuat kerja sama maritim kedua negara," ujar Kadispen Koarmada I Kolonel Laut (P) Yoni Nova Kusumawan dalam keterangannya.

Baca Juga: TNI AD dan Singapore Armed Forces Akan Gelar Latihan di Gunung Merbabu

Adapun pelaksanaan latihan Codex 24B-2024 terbagi atas dua tahap, yaitu tahap pantai (shore phase) dan tahap laut (sea phase). Yoni menjelaskan, kegiatan yang dilakukan pada saat shore phase antara lain courtesy all, pre-sail discussion, opening ceremony, sport interaction, ship visit, dan ship deception di atas geladak KRI TOM.

Sedangkan pada sea phase di perairan selatan Laut Vietnam, meliputi Rendezvous, Communication Check, Photography Exercise, dan Flashing Exercise.

"Masing-masing latihan dirancang untuk menguji dan mengasah kemampuan komunikasi, koordinasi serta taktik operasional kedua angkatan laut dan memastikan kesiapan menghadapi berbagai situasi di lapangan," jelas Yoni.

Baca Juga: Panglima TNI Beri Pesan Khusus untuk Para Babinsa Jelang Pilkada 2024

Selain itu, juga dilaksanakan latihan Replenishment at Sea Approach yang bertujuan meningkatkan keterampilan dalam mendekati kapal untuk pengisian bahan bakar di laut, Search and Rescue Exercise untuk meningkatkan kemampuan dalam operasi pencarian dan penyelamatan di laut.

KRI Bung Tomo
(Foto: Dok. Dispen Koarmada I)

"Kemudian, latihan Damage Control Exercise kedua kapal menangani kerusakan dan kebocoran yang mungkin terjadi saat bertugas dan Navigation and Communication Exercise untuk memperkuat koordinasi navigasi dan komunikasi," pungkas Yoni

Latihan bersama Codex pertama kali digelar pada 2022 di perairan Batam dan Bintan, Kepulauan Riau. Latihan bersama terkoordinasi ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang disepakati angkatan laut negara pada 2021.

Baca Juga: Jelang Pengamanan PON, KRI Teuku Umar Gelar Latihan Penembakan di Selat Malaka

Kala itu, dalam latihan yang menggunakan sandi Codex 22B-I, TNI AL juga mengerahkan KRI Bung Tomo untuk berlatih bersama kapal perang Vietnam HQ 012-Ly Thai To.

Indonesia dan Vietnam berbagi wilayah perairan di Laut China Selatan, yang mana untuk bagian selatan Laut China Selatan masuk dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia yang saat ini disebut sebagai Laut Natuna Utara. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.