R-HAN 122B Senjata Canggih Buatan Anak Bangsa

Jakarta, IDM - Perang antara Rusia dan Ukraina memicu banyak perbincangan di media sosial dunia, salah satunya mengenai beberapa senjata canggih yang dimiliki kedua kubu. Terbaru, ada Multiple-Launch Rocket System (MLRS) atau Sistem Roket Peluncur Berganda M142 HIMARS milik Ukraina yang dikirim langsung dari AS.
Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa terdapat 63 tentara yang tewas akibat serangan roket M142 HIMARS, bahkan banyak yang menganggap bahwa HIMARS akan membuat jalan peperangan berubah dan diyakini Ukraina akan mampu mengusir Rusia dari Ukraina. Yang mungkin belum diketahui banyak orang, Rusia pun punya MLRS yang tak kalah canggih dari HIMARS, salah satunya adalah Tornado-S 9K515. MLRS milik Rusia ini diklaim mempunyai daya jangkau lebih jauh dari HIMARS, yakni 120 km (sedangkan HIMARS 80 km), dan setiap roketnya bisa mencari sasaran-sasaran yang berbeda-beda bahkan saat sudah diluncurkan.
Pada dasarnya, hampir separuh dari seluruh negara-negara di dunia mempunyai MLRS ini, termasuk Indonesia. TNI setidaknya memiliki dua jenis MLRS terbaru yang siap dikerahkan untuk pertahanan negara, yakni Avibras ASTROS-II Mk6 AV-LMU yang dioperasikan TNI AD, dan RM-70 Vampire yang dioperasikan oleh TNI AL. Di sisi lain, Indonesia sedang mengembangkan MLRS buatan dalam negeri bernama R-HAN 122B. MLRS ini dikembangkan secara bersama oleh gabungan beberapa BUMN alutsista, yakni PT Dahana (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Pindad (Persero) serta Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN).
Dihimpun dari berbagai sumber, spesifikasi MLRS R-HAN 122B terletak pada mekanisme pengisian roket ke peluncur yang didesain dapat dicapai dalam waktu operasi yang singkat. MLRS ini dilengkapi dengan tabung launcher bertipe PL R-HAN 122B dengan kaliber 122 milimeter (mm) dan mampu memuat sebanyak 40 laras. Peluncurannya sendiri bisa dilakukan secara otomastis maupun secara manual.
Baca: KRI Panah-626 Lolos Uji Kelayakan Secara Optimal
Sedangkan kendaraan R-Han 122B mempunyai senjata dengan jarak tembak 30 kilometer, kecepatan 1,8 mach, elevasi maksimal 55 derajat, dan azimuth 360 derajat. Senjata tersebut dilengkapi kalkulator balistik, dan system otomatisasi loading roket, mengubah elevasi, azimuth, dan firing. Peluncur roket ini menggunakan truk yang digerakkan oleh mesin 6HK1-TCS dengan tenaga maksimum 285 PS pada putaran 2.400 rpm (revolution per minute). (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































