Puspenerbal Uji Efektivitas Helikopter Bell 505 dalam Misi Pengintaian Taktis

Jakarta, IDM – Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) terus memodernisasi kemampuan tempur para penerbangnya. Kali ini, helikopter Bell 505 Jet Ranger X dikerahkan untuk menguji efektivitas manuver perlindungan udara (air cover) serta pengintaian taktis di wilayah perairan Nusantara.
Latihan yang berlangsung di Sidoarjo, pada Senin (6/4) ini melibatkan sejumlah perwira menengah dan pertama, di antaranya Mayor Laut (P) Alfred, Kapten Laut (P/W) Utami, Lettu Laut (P) Dito, serta Letda Laut (P) Jovanda. Para penerbang tersebut fokus mengasah kemahiran dalam mengawal pergerakan unit kawan, baik yang berada di darat maupun di permukaan laut.
Komandan Skuadron Udara 200 Letkol Laut (P) Bani Safangat, menegaskan intensitas latihan merupakan kunci utama untuk mencetak kru pesawat yang andal. Ia berkomitmen meningkatkan standar kemampuan personel agar selalu siap menghadapi dinamika penugasan yang kian kompleks.
Baca Juga: Sebulan Digembleng di Juanda, Puspenerbal Cetak Penerbang Baru Helikopter 412
"Latihan ini menjadi sarana pembuktian efektivitas helikopter Bell 505 dalam mendukung kurikulum pendidikan penerbang TNI AL yang modern. Kami ingin memastikan koordinasi dan kewaspadaan ruang udara tetap terjaga selama misi berlangsung," ujar Bani, dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal, Selasa (7/4).
Senada dengan itu, Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal Kolonel Laut (P) Oscar Johanes Novie, mengingatkan kemahiran taktis bukan sekadar rutinitas di atas kertas. Sebagai praktisi penerbang, ia menekankan pentingnya penguasaan teknik secara mendalam bagi setiap perwira.
"Penguasaan taktis secara mendalam adalah kebutuhan operasional demi menjamin keberhasilan tugas di masa depan. Kemahiran dalam manuver ini harus menjadi refleks bagi setiap penerbang," tegas Oscar.
Baca Juga: Kerja Sama dengan UNODC, Bakamla dan Vietnam Gelar Latihan VBSS di Batam
Bell 505 Jet Ranger X: Helikopter Latih Berteknologi Tinggi
Helikopter Bell 505 Jet Ranger X hadir sebagai instrumen modern dalam sistem pendidikan penerbang TNI AL. Sebagai helikopter ringan bermesin tunggal, pesawat ini dirancang untuk menggantikan peran generasi lama dengan menawarkan efisiensi tinggi serta teknologi digital mutakhir. Keunggulan utamanya terletak pada penggunaan dek penerbangan Garmin G1000H NXi, sebuah sistem navigasi terintegrasi yang menyajikan seluruh informasi instrumen dalam layar digital resolusi tinggi, sehingga memudahkan penerbang memantau situasi selama misi pengintaian.
Dapur pacu helikopter ini ditenagai oleh mesin Safran Arrius 2R yang sudah dilengkapi sistem kendali digital otoritas penuh atau Dual Channel FADEC. Teknologi ini memastikan kinerja mesin tetap optimal secara otomatis sekaligus mencegah risiko kelebihan beban saat bermanuver. Dengan kemampuan melesat hingga kecepatan 125 knot atau sekitar 232 kilometer per jam, Bell 505 mampu menjangkau jarak hingga 560 kilometer dalam sekali terbang.
Selain aspek teknis, Bell 505 menonjol karena desain kabinnya yang luas dengan lantai rata, memberikan fleksibilitas tinggi untuk berbagai konfigurasi misi taktis. Penggunaan material komposit pada struktur bodinya membuat helikopter ini lebih ringan namun tetap kokoh. Kombinasi antara kelincahan dan teknologi radar yang presisi menjadikannya platform yang sangat efektif untuk melatih manuver sulit, termasuk memberikan perlindungan udara bagi pasukan kawan di darat maupun laut. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































