HANKAM

Puspenerbal Gelar Latihan Perdana untuk 14 Penerbang Helikopter TNI AD dan AU

Puspenerbal
Pembukaan latihan perdana tri matra TNI tentang take off dan landing di atas kapal perang, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (6/6). (Foto: Dok. Dispen Puspenerbal)

Jakarta, IDM – Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) menggelar latihan perdana tri matra TNI tentang lepas landas dan pendaratan helikopter di atas geladak kapal perang. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama 30 hari.

Latihan yang dibuka langsung oleh Komandan Puspenerbal Laksamana Muda Sisyani Jaffar di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (5/6) ini diikuti 14 penerbang helikopter dari tiga matra TNI, yaitu 7 personel TNI AD dan 7 lainnya dari TNI AU. Sementara instruktur latihan berasal dari personel Puspenerbal.

Baca Juga: Shangri-La Dialogue, Berawal dari Kekhawatiran Atas Keamanan Dunia

Sisyani memaparkan, latihan ini akan diisi dengan teori dan praktik. Pada minggu pertama pelatihan akan diisi dengan pelajaran kelas, minggu kedua para penerbang helikopter akan berlatih di simulator, dan minggu ketiga akan melaksanakan praktik di lapangan.

Puspenerbal
(Foto: Dok. Dispen Puspenerbal)

"Kegiatan lepas landas dan pendaratan helikopter di atas geladak KRI meliputi penyiapan alat peralatan, manuver kapal dalam menentukan arah angin dan memandu helikopter saat akan take off maupun landing," ujar Sisyani, dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal, Kamis (6/6).

Ia melanjutkan, latihan ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi juga untuk membekali kemampuan dan keterampilan para pilot helikopter TNl serta menjalin koordinasi dan memperkuat kekompakan sebagai satu kesatuan yang solid.

Baca Juga: Soal Hibah Korvet Korsel, KSAL: Menguntungkan, Tambah Unsur Kekuatan TNI AL

"Puspenerbal sebagai komando utama pembinaan yang memiliki tugas pokok dan fungsi dalam pelatihan take off dan landing di KRI, harus didukung prajurit pengawak kapal perang yang punya kemampuan melaksanakan kesiapsiagaan," kata Sisyani.

"Terlebih perkembangan lingkungan strategis di kawasan global dan regional pada akhir-akhir ini berpotensi menimbulkan ancaman dan gangguan terhadap kedaulatan negara," imbuhnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.