HANKAM

Puslaiklambangjaau Tingkatkan Kompetensi Perwira lewat Advance Investigator Workshop 2025

Peserta Advance Investigator Workshop TA 2025
Peserta Advance Investigator Workshop TA 2025 yang digelar Puslaiklambangjaau. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM – Pusat Kelaikan Keselamatan Terbang dan Kerja TNI Angkatan Udara (Puslaiklambangjaau) menyelenggarakan pelatihan bertajuk ‘Advance Investigator Workshop TA 2025’ dengan melibatkan 22 perwira Lambangja dari jajaran TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Pelatihan yang berlangsung pada 15 hingga 18 September 2025 tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para perwira investigator keselamatan terbang dan kerja.

Advance Investigator Workshop TA 2025 dibuka secara resmi oleh Kapuslaiklambangjaau Marsda TNI Andi Wijaya di Skadron Pendidikan (Skadik) 304, Satuan Pertahanan Pangkalan (Satharlan), Jakarta, Senin (15/9).

Baca Juga: Jelang HUT ke-80, TNI Gelar Patroli Gabungan dengan Polri-Pemda di Puncak Jaya

“Investigator tingkat lanjut dituntut tidak hanya menguasai teknik analisis lanjutan, tetapi juga mampu memimpin investigasi sesuai standar ICAO Annex 13,” ungkap Marsda Andi dikutip dari unggahan instagram @militer.udara, Selasa (16/9).

Pusklaiklambangjaau
Pusklaiklambangjaau menggelar Advance Investigator Workshop TA 2025 untuk meningkatkan kompetensi para investigator. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Melalui pelatihan ini, Kapuslaiklambangjaau berharap para peserta dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan teknis masing-masing, sekaligus membangun semangat kebersamaan, profesionalisme, dan integritas.

Hal tersebut diharapkan mampu membantu terwujudnya keselamatan terbang dan kerja yang ideal di lingkungan TNI Angkatan Udara.

Baca Juga: KSAU Pimpin Sertijab Ketua Umum Yasau: Tongkat Estafet Kepemimpinan Demi Penguatan Misi Sosial TNI AU

“Workshop ini bukan sekadar memberi teori dasar, tetapi juga mengasah keterampilan teknis, meningkatkan kemampuan analisis, sekaligus melatih kepemimpinan dalam melaksanakan investigasi kompleks,” ujar Kapuslaiklambangjaau

Materi yang diperoleh para peserta mencakup Investigation Analysis Overview, Reasoning Concept, Developing Sequence of Events, Evidence and Contributing Factor Analysis, serta Developing Safety Recommendation. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok, studi kasus, dan presentasi. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.