HANKAM

Pushidrosal Serahkan Peta NKRI Versi Laut ke Kemendiktisaintek, Ribuan Lembar Sudah Dihibahkan

Danpushidrosal Laksdya TNI Budi Purwanto
Danpushidrosal Laksdya TNI Budi Purwanto saat menyerahkan peta NKRI versi laut ke Kemendiktisaintek, Jakarta, Rabu (22/7). (Foto: Dok. Dispen Pushidrosal)

Jakarta, IDM – Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) menyerahkan peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) versi laut ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Penyerahan peta resmi ini bertujuan memperkuat literasi maritim dan integrasi data wilayah perairan di ranah pendidikan.

Komandan Pushidrosal (Danpushidrosal) Laksdya TNI Budi Purwanto menyerahkan peta tersebut saat menemui jajaran Kemendiktisaintek di Jakarta, Rabu (22/7). Penyerahan dokumen ini melengkapi aksi Pushidrosal yang sebelumnya sudah menghibahkan 2.000 lembar Peta NKRI untuk kebutuhan riset dan pendidikan.

Baca Juga: Pushidrosal Buka Peluang Peneliti Riset di Kapal Survei TNI AL

Selain menyerahkan dokumen pemetaan, kedua pihak memanfaatkan pertemuan ini untuk membahas kerja sama riset kelautan di atas kapal survei milik TNI AL. Budi menegaskan, pengelolaan data geospasial yang akurat menjadi kunci utama dalam menjaga wilayah perairan Indonesia.

"Wilayah NKRI yang membentang dari Sabang hingga Merauke merupakan entitas geografis yang sangat luas dan strategis, sekitar dua pertiga luas wilayahnya berupa lautan dan menjadikan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia," kata Budi, dikutip dari keterangan Dispen Pushidrosal, Kamis (23/7).

Budi menjelaskan pemanfaatan data hidrospasial, yakni pemetaan dan pengukuran fisik wilayah perairan, dengan memiliki peran ganda. Informasi tersebut berguna untuk navigasi kapal perang dan keselamatan pelayaran, sekaligus menjadi modal dasar penelitian nasional.

Baca Juga: Kemhan: Pengadaan 12 Pesawat M-346 F untuk Dukung Pelatihan Pilot Jet Tempur TNI AU

"Data dan informasi hidrospasial yang dihasilkan Pushidrosal tidak hanya berperan dalam mendukung operasi pertahanan negara dan keselamatan pelayaran, tetapi juga menjadi sumber data strategis bagi pengembangan ilmu pengetahuan, mitigasi bencana, hingga perencanaan pembangunan," ujar Budi.

Pemberian peta resmi versi laut ini diharapkan mempercepat penyelarasan data wilayah perairan nasional antara instansi militer dan kementerian sains.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.