Pushidrosal Gelar Pelatihan Selam Dasar bagi Personel KRI dan KAL Satsurvei

Jakarta, IDM – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menggelar pelatihan selam dasar bagi personel KRI dan KAL Satuan Survei (Satsurvei) Pushidrosal, di gedung serbaguna Satsurvei Pushidrosal, Jakarta.
Komandan Satuan Survei (Dansatsurvei) Pushidrosal Kolonel Laut (P) Edward H. Sibuea, yang diwakili Ps. Pasops Satsurvei Letkol Laut (P) Rilmar Ridjal, mengatakan, peserta diberikan ilmu dalam bentuk teori dan praktek guna meningkatkan kemampuan personel di bidang
penyelaman.
Baca Juga: 837 Pemuda di Papua Bersaing di Sidang Pantukhir Calon Tamtama PK TNI AD
Pelatihan dasar yang diikuti personel KRI dan KAL Satsurvei ini dilaksanakan pada 14-23 Juli 2025.
“Pelatihan akan menekankan teori prosedur penyelaman untuk mengenalkan kepada para peserta,” ungkap Rilmar, dikutip dari keterangan Pushidrosal, Rabu (16/7).
Ia menekankan praktek tersebut bertujuan untuk mengaplikasikan pelajaran penyelaman di lapangan dengan prosedur yang benar, sehingga dapat menunjang penugasan bagi personel dalam bidang penyelaman.
Baca Juga: TNI AL: Penembakan Nelayan di Palembang Sudah Sesuai Prosedur
Rilmar berharap peserta pelatihan dapat mengikuti pelatihan dengan penuh semangat karena ilmu bukan hanya didapat pada jenjang pendidikan saja, namun penambahan ilmu juga dapat diperoleh dari pelatihan.
“Kami juga berharap personel bisa mandiri dalam dalam menghadapi trouble ketika berlayar atau survei, seperti saat terkena jaring nelayan dan sebagainya,” tandas dia. (Ykb)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































