HANKAM

Pushidrosal Buka Peluang Peneliti Riset di Kapal Survei TNI AL

KRI Canopus-936
KRI Canopus-936, kapal survei TNI AL terbaru dari Jerman untuk memperkuat tugas dan fungsi Pushidrosal. (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) membuka peluang bagi para peneliti untuk menggelar riset ilmiah di atas kapal survei milik TNI AL. Langkah ini menjadi bagian dari rencana penguatan ekosistem sains maritim nasional.

Peluang riset bersama tersebut mengemuka saat Komandan Pushidrosal (Danpushidrosal) Laksdya TNI Budi Purwanto bertandang ke kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) di Jakarta, Rabu (22/7). Kedua pihak membahas penguatan kerja sama strategis di bidang riset kelautan, khususnya penelitian di atas armada pemetaan TNI AL.

Baca Juga: Kemhan: Pengadaan 12 Pesawat M-346 F untuk Dukung Pelatihan Pilot Jet Tempur TNI AU

Budi menjelaskan riset di atas kapal survei bakal mengawinkan data hidrospasial, yaitu pemetaan wilayah perairan, dengan pengembangan ilmu pengetahuan nasional.

"Kerja sama antara Pushidrosal dan Kemendiktisaintek merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem riset nasional yang semakin kuat, adaptif, dan berdaya saing," kata Budi, dikutip dari keterangan Dispen Pushidrosal, Kamis (23/7).

Menurut Budi, data hidrospasial hasil operasi kapal survei tidak sekadar menopang pemetaan navigasi atau keselamatan pelayaran. Informasi geospasial kelautan tersebut menyimpan potensi besar bagi riset sains dan mitigasi bencana.

Baca Juga: Latihan Terintegrasi TNI 2026, Pangkormar Perintahkan Marinir Drill Menembak hingga Pakai Drone

"Data dan informasi hidrospasial yang dihasilkan Pushidrosal tidak hanya berperan dalam mendukung operasi pertahanan negara dan keselamatan pelayaran, tetapi juga menjadi sumber data strategis bagi pengembangan ilmu pengetahuan, mitigasi bencana, hingga perencanaan pembangunan," ujar Budi.

Lewat penjajakan ini, Pushidrosal dan Kemendiktisaintek bakal mematangkan skema kerja sama agar para peneliti dapat memanfaatkan fasilitas kapal pemetaan milik negara tersebut.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.