Pushidrosal-BMKG Jalin Kerja Sama Pemanfaatan Data dan Informasi Maritim

Jakarta, IDM - Pusat Hidro-oseanografi TNI AL (Pushidrosal) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjalin kerja sama pemanfaatan data dan informasi maritim.
Dikutip dari keterangan Pen Pushidrosal, Kamis (12/1), kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pushidrosal dengan BMKG.
Komandan Pushidrosal (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Nurhidayat dan Sekretaris Utama BMKG Dwi Budi Sutrisno menandatangani naskah perjanjian kerja sama tersebut di Jakarta, Rabu (11/1) kemarin.
Kerja sama meliputi informasi meteorologi maritim, klimatologi, geofisika dan hidro-oseanografi yang terdiri dari kalibrasi peralatan meteorologi, peningkatan kapasitas teknis meteorologi, klimatologi, dan geofisika serta hidro-oseanografi.
Baca: Tertarik dengan Dunia Militer Ratusan Pelajar di Jakarta Berkunjung ke Kodam Jaya
Selain itu, kerja sama kedua belah pihak juga terkait pendidikan di Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG), integrasi web portal, pemanfaatan sarana dan prasarana dan survei, analisis serta publikasi bersama. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































