Pusgeosau Jalankan Misi di NTT, Petakan Wilayah Terdampak Bencana dari Udara

Jakarta, IDM – Tim Pusat Geospasial TNI Angkatan Udara (Pusgeosau) bergerak menuju sejumlah wilayah terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melaksanakan pemotretan udara.
Kapusgeosau Marsda TNI Ferdinand Roring mengatakan, hasil pemotretan udara selanjutnya akan diproses menjadi informasi geospasial untuk memberikan gambaran kondisi wilayah terdampak secara lebih menyeluruh.
“Informasi tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi area terdampak, menilai kondisi kerusakan, menentukan prioritas penanganan, serta mendukung pengambilan keputusan dalam operasi penanggulangan bencana,” ujar Ferdinand.
Baca Juga: Atasi Karhutla, Tiga Pesawat Casa NC-212 TNI AU Bergerak Menuju Kalimantan
Ia menambahkan, keterlibatan Pusgeosau merupakan bagian dari dukungan TNI Angkatan Udara dalam penanganan bencana melalui pemanfaatan kemampuan survei, pemotretan udara, dan pengolahan informasi geospasial.

“Data yang dihasilkan diharapkan dapat membantu memberikan gambaran kondisi wilayah secara cepat dan akurat sehingga mendukung langkah penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak di NTT,” imbuh Kapusgeosau.
Dalam operasi kali ini, Tim Pusgeosau berada di bawah pimpinan Kapten Sus Iqbal. Mereka terbang menuju wilayah operasi dengan menggunakan pesawat Cassa TNI AU dari Lanud Abdulrachman Saleh, Selasa (18/8).
Baca Juga: Pastikan Kesiapan Satuan, Pangdivif 3 Tinjau Latihan Taktis Tingkat Baterai Yonarhanud 16
Sehari berselang, Tim Pusgeosau mulai menjalankan tugas pemotretan di wilatah Borong serta Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, dengan menggunakan kamera udara DMC III dan kamera Nikon D3.
Melansir siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Jumat (21/8), hasil pemeriksaan awal menunjukkan pemotretan wilayah Borong berhasil diperoleh dengan baik, sedangkan sebagian wilayah Lamba Leda Selatan masih tertutup awan sehingga diperlukan pemotretan lanjutan.
Operasi kemudian dilanjutkan pada Kamis (20/8) dengan sasaran sejumlah wilayah terdampak lainnya, antara lain Elar Selatan, Lamba Leda Timur, Sambi Rampas, dan Lamba Leda Selatan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































