Punya Kemampuan Anti-Kapal Selam, INS Kadmatt Jadi Sorotan Saat Berlabuh di Makassar

Jakarta, IDM - Kapal perang Angkatan Laut India, INS Kadmatt (P-29) yang memiliki kemampuan anti-kapal selam canggih menjadi perhatian saat bersandar di Makassar selama empat hari dalam rangka kunjungan persahabatan antarangkatan laut.
Korvet kelas Kamorta ini dirancang untuk operasi pemburuan kapal selam, dilengkapi sistem sonar pendeteksi bawah laut, peluncur torpedo ringan, rudal anti-kapal, serta sistem pertahanan udara modern.
INS Kadmatt juga membawa helikopter maritim untuk memperluas jangkauan deteksi bawah laut dan mendukung operasi tempur di lautan lepas.
Baca Juga: Jelang Latihan Bersama India, KRI John Lie-358 Uji Kemampuan VBSS di Selat Malaka
Selama berada di Makassar, kapal yang dipimpin oleh Komandan Kutuhal Limaye ini melaksanakan berbagai kegiatan, antara lain kunjungan kehormatan, tur kapal (open ship), serta kegiatan interaksi dengan personel TNI AL.
Setelah empat hari berlabuh, Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI Makassar melepas keberangkatan kapal perang India tersebut di dermaga Hatta Selatan, Pelabuhan Soekarno-Hatta, Senin (6/10). Upacara pelepasan dipimpin Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Kodaeral VI Kolonel Laut (P) Nopriadi.
Dalam sambutannya, Nopriadi menyampaikan apresiasi atas kunjungan kapal perang India tersebut yang dinilai memperkuat hubungan kedua angkatan laut, baik dalam bidang profesionalisme prajurit maupun kerja sama keamanan maritim.
Baca Juga: Membaca Dua Pesan Prabowo soal Organisasi TNI dalam Pidato HUT Ke-80
“Kehadiran INS Kadmatt di Makassar merupakan bentuk nyata hubungan persahabatan dan kerja sama yang telah terjalin erat antara TNI AL dan Angkatan Laut India,” ujarnya, dikutip dari keterangan Dispen Kodaeral VI, Selasa (7/10).
Ia menambahkan, melalui kegiatan seperti ini, kedua negara dapat saling bertukar pengetahuan, memperkuat komunikasi, dan meningkatkan interoperabilitas di lapangan, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan laut di kawasan Indo-Pasifik.
“Melalui hubungan yang semakin erat ini, kita berharap dapat terus memperkuat kapasitas bersama dalam menjaga keamanan laut dan mendorong perdamaian di kawasan,” tegasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































