Puluhan Taruna AAU Pelajari Sistem Pemeliharaan Pesawat di Depohar 80

Jakarta, IDM – Sebanyak 22 Taruna Akademi Angkatan Udara (AAU) mempelajari sistem pemeliharaan pesawat tingkat ringan, sedang dan berat di Depo Pemeliharaan (Depohar) 80 Lanud Iswahjudi, Madiun sejak 16 hingga 24 Januari 2025.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Praktikum Manajemen Pemeliharaan Pesawat Terbang Program Studi Teknik Aeronautika Pertahanan.
Baca Juga: KRI Sultan Iskandar Muda-367 Resmi Lanjutkan Misi Perdamaian di Lebanon
Adapun taruna yang ambil bagian dalam kegiatan ini terdiri dari 20 Taruna dan 2 Taruni tingkat IV Mata Kuliah Pilihan (MKP) Teknik, dengan Kepala Departemen Aeronautika AAU Kolonel Tek Isa Hidayat bertindak sebagai pemimpin rombongan.

"Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi teknis dan manajerial Taruna dalam bidang pemeliharaan pesawat sehingga dapat mendukung kesiapan operasional TNI Angkatan Udara di masa depan," tulis Penerangan AAU dikutip dari laman tni-au.mil.id, Sabtu (18/1).
Baca Juga: TNI AD Mengubah Sarang Narkoba Jadi Kawasan Latihan Militer
Pada momentum yang sama, para Taruna juga berkesempatan mempelajari penerapan standar operasional yang berlaku di lingkungan TNI Angkatan Udara. (yas)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































