Puluhan Prajurit TNI Jalani Kursus Sejarah hingga Pertahanan Siber, Dankodiklat: Output Sangat Dibutuhkan

Jakarta, IDM - Puluhan prajurit TNI dari tiga matra mulai menjalani kursus khusus di tiga bidang, yakni Kursus Tenaga Pendidik (Susgadik) TNI VIII, Kursus Perwira Sejarah (Suspajarah) TNI XXX, dan Kursus Cyber Defense TNI VI TA 2026.
Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Dankodiklat) TNI Letjen Mohamad Naudi Nurdika telah membuka kursus tersebut di lapangan Markas Kodiklat TNI, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (12/5) lalu.
Naudi Nurdika mengatakan bahwa ketiga kursus tersebut sangat dibutuhkan TNI saat ini.
Baca Juga: Kronologi TNI AL Amankan 8 Ekor Burung Langka di Pelabuhan Sorong Papua
"Output dari ketiga kursus tersebut sangat dibutuhkan dalam mendukung TNI sesuai visi TNI Prima (Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif),” kata Naudi, dikutip dari siaran pers Kodiklat TNI, Sabtu (16/5).

Melalui Susgadik, Naudi berharap para siswa bisa menjadi seorang pendidik yang dapat menjadi teladan, menguasai materi, kreatif dan inspiratif.
Demikian juga dengan Suspajarah TNI yang diharapkan dapat mempertajam analisis dan kemampuan literasi sejarah para prajurit, sehingga mampu melakukan pengelolaan dan melestarikan nilai-nilai sejarah TNI.
“Serta cyber defense (pertahanan siber) agar prajurit mampu mencegah dan menanggulangi serangan siber, memiliki kualifikasi cyber warrior, serta mampu memanfaatkan artificial intellligence (kecerdasan buatan),” kata Dankodiklat TNI. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































