PT Pindad Beri Akmil TNI Bantuan Senjata dan Amunisi

Jakarta, IDM - PT Pindad memberikan sejumlah bantuan alat instruksi (alins) kepada Akademi Militer (Akmil) TNI, Senin (17/7). Bantuan tersebut bakal digunakan untuk kegiatan latihan para taruna Akmil.
Melansir Puspen TNI Jumat (21/7), bantuan dari PT Pindad tersebut berupa 12 pucuk senjata dan 30 jenis amunisi. Pemberian alins disampaikan langsung oleh Direktur Produksi PT Pindad Budhiarto kepada Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Erwin Djatniko.
Baca Juga: Rotasi Jabatan, Wakil KSAU Pimpin Sertijab Kapuskodalau
"Terima kasih kepada PT Pindad yang telah dengan cepat merespon dan merealisasikan permohonan dukungan Alins untuk Akademi Militer," kata Erwin.
Ia berharap kerja sama antara Akmil dan PT Pindad dapat terus terjalin untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan pelatihan di lingkungan institusi yang dipimpinnya.
Baca Juga: Bertemu KSAL, Wakil Kepala AL Italia Bahas Kedatangan ITS Francesco Morosini ke Jakarta
"Diharapkan latihan taruna Akademi Militer dapat berjalan dengan lebih efektif dan memberikan manfaat yang optimal, terutama dalam materi latihan menembak sehingga para taruna mahir dalam menembak," tuturnya. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































