PT PAL Produksi Kapal Frigate Merah Putih

Jakarta, IDM - Industri Pertahanan PT PAL Indonesia sukses menggelar ceremony keel laying proyek pembangunan Kapal Frigate Merah Putih ke-1 di Surabaya pada Jumat (25/8). Langkah ini merupakan wujud kemajuan pembangunan kapal perang unggulan oleh bangsa Indonesia.
“Dipercayakannya PAL dalam membangun 2 unit kapal frigate, merupakan komitmen pemerintah melalui Kementerian Pertahanan RI untuk memajukan dan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas industri pertahanan dalam negeri," kata COO PT PAL Indonesia Iqbal Fikri.
Baca Juga: KRI Bima Suci Kunjungi Tanah Kelahirannya di Vigo, Spanyol
Agenda di awali dengan peletakkan kepingan koin yang bertuliskan identitas kapal, di bagian bawah lambung kapal oleh Brigjen TNI Heru Sudarminto selaku representasi dari owner kapal.

Dilanjut dengan penekanan tombol secara bersama-sama oleh COO PAL Iqbal Fikri, Sesbaranahan Brigjen TNI Heru Sudarminto, Dansatgas Frigate Laksma TNI Taat Siswo Sunarto, dan Kepala Proyek Frigate PT PAL Indonesia Bambang Djunaedi.
"(Ini) langkah nyata dalam upaya mewujudkan peningkatan penguasaan teknologi pertahanan, kemandirian industri pertahanan, sehingga dapat meminimalisir ketergantungan impor alutsista,” tambahnya.
Baca Juga: Jelang Super Garuda Shield 2023, Yontankfib 2 Marinir Persiapkan Ranpur
Lebih lanjut, kapal perang ini diharapkan dapat memperkuat TNI AL. Sekaligus menjadikan industri pertahanan nasional selangkah lebih maju menjadi global player yang bergengsi.
Kapal Frigate Merah Putih ke–1 memiliki panjang 140 meter dengan displacement sebesar 5.996 ton. Nantinya akan dilengkapi dengan teknologi pengindraan serta persenjataan yang lebih modern. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































