Proses Evakuasi Pesawat SAM Air dengan Helikopter Caracal TNI AU

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan unsur helikopter EC 725 Caracal dan sejumlah personel Kopasgat untuk tergabung dalam tim SAR gabungan evakuasi pesawat milik SAM Air yang jatuh di Yalimo, Papua Pegunungan, Jumat (23/6) pekan lalu.
Selain unsur TNI AU, tim SAR gabungan dalam misi kali ini terdiri dari personel Basarnas serta unsur SAR daerah Papua. Mereka telah berupaya melakukan proses evakuasi sejak Sabtu (24/6). Namun, dalam implementasinya, proses evakuasi ini tidaklah mudah.
Baca Juga: Gubernur Akmil Kunjungi Royal Military College Bahas Pertukaran Cadet
Pada pelaksanaan SAR hari pertama, tim belum berhasil lantaran kondisi cuaca yang buruk. Kemudian, pada hari kedua, Minggu (25/6), TNI AU mengerahkan satu helikopter EC 725 Caracal dengan 7 kru, 3 personel Kopasgat, serta 3 personel Basarnas.

Saat itu, helikopter berhasil menurunkan 6 personel SAR di dropping zone, di mana mereka bertugas untuk melakukan proses evakuasi korban di lokasi jatuhnya pesawat.
Tim sudah berupaya melakukan penyusuran dari titik dropping ke arah barat dengan radius 200 m, tetapi belum menemukan korban, karena medan yang cukup ekstrim dan hutan lebat. Dengan fakta tersebut, tim SAR memutuskan kembali ke titik dropping, dan SAR dihentikan sementara.
Baca Juga: Taruna Akademi Penerbang Indonesia Terima Brevet Jungle and Sea Survival
"Tim SAR kembali melakukan pencarian korban. Untuk meningkatkan kemampuan SAR, selain melibatkan helikopter Caracal TNI AU, misi SAR juga ditambah satu unit helikopter SAR dari PT. Intan Angkasa Air Service, serta 12 personel gabungan dari Kopasgat, Basarnas dan Yonif 756/WMN, serta perlengkapan tambahan untuk SAR," ungkap Danlanud Silaspapare Jayapura, Marsma TNI Dadan Gunawan, dikutip dari keterangan Dispenau.
Sebelumnya dilaporkan, pesawat SAM Air PK-SMW yang diawaki oleh Capt Hari Permadi, copilot Levi Murib serta empat penumpang lainnya dilaporkan jatuh di pegunungan Yalimo, Papua.
Pesawat milik SAM Air tersebut terbang dari bandara Elelim Yalimo Papua Pegunungan dengan tujuan distrik Poik, Yalimo Papua. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































