HANKAM

Program KKRI, Ajak Siswa SMA-SMK Bela Negara

program KKRI
Ilustrasi program KKRI. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan bahwa program Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) pertama kali digelar tahun ini.

Program KKRI digelar untuk membentuk generasi muda yang memiliki karakter kebangsaan, disiplin, cinta Tanah Air, dan semangat bela negara.

“Program KKRI baru pertama kali dilaksanakan pada tahun 2025. Ke depan, program ini akan terus berlanjut secara berkesinambungan dengan cakupan yang lebih luas agar semakin banyak generasi muda yang terlibat dan merasakan manfaatnya,” ujar Freddy kepada Indonesia Defense Magazine (IDM), Senin (29/9).

Baca Juga: Pangkoopsudnas Tinjau Latihan Tim Demo Udara jelang Upacara HUT ke-80 TNI

Kapuspen TNI mengatakan, peserta KKRI berasal dari kalangan pelajar tingkat SMA/SMK di berbagai daerah di Indonesia.

“Melalui pembinaan terstruktur, para peserta diarahkan untuk menjadi kader bangsa yang tangguh, berwawasan kebangsaan, serta siap mengabdi sesuai bidangnya masing-masing,” tutur Freddy.

program KKRI
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meninjau program KKRI. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Freddy menyebutkan, Kementerian Pertahanan RI sebagai leading sector atau pemegang kebijakan program KKRI.

Baca Juga: Perwira TNI AU Raih Penghargaan Distinction Level di National Defence College Thailand

Sementara itu, TNI berperan sebagai pelaksana utama di lapangan dengan menyiapkan sarana, prasarana, instruktur, dan metode pembinaan.

Adapun gelombang pertama KKRI telah digelar pada 19-21 September 2025. Gelombang kedua dilaksanakan pada 26–28 September 2025.

Program melibatkan dukungan penuh dari satuan-satuan TNI seperti Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad), Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya, Pasukan Marinir (Pasmar) I, Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Lanud Halim Perdanakusuma, hingga Lanud Kalijati.

Baca Juga: TNI AL Kirim Perwira ke Italia, Latihan Penyelamatan Kapal Selam Bareng 15 Negara

Puspen TNI menyatakan, program KKRI merupakan bagian dari implementasi Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) sebagaimana diamanatkan Pasal 30 ayat (1) UUD 1945 serta Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.

Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapat pembekalan berupa pengetahuan kebangsaan, nilai-nilai Pancasila, sejarah perjuangan bangsa, kepemimpinan berwawasan bela negara, serta keterampilan dasar kedisiplinan, pelajaran baris-berbaris, hingga perkemahan Sabtu-Minggu.

Terbaru, Presiden RI Prabowo Subianto menyempatkan meninjau pelaksanaan program KKRI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (27/9).

Peninjauan itu dilakukan setelah kunjungan Prabowo ke empat negara. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.