Prioritas TNI AL 2026: Terus Tambah Kapal, Incar Fregat hingga Kapal Selam

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) memastikan penambahan armada kapal perang menjadi prioritas utama pembangunan kekuatan TNI AL sepanjang 2026. Ali menegaskan penguatan alutsista laut merupakan harga mati untuk menjaga kedaulatan perairan Indonesia.
"Prioritas ke depan untuk TNI AL masih tetap di bidang alutsista. Angkatan laut itu ada karena ada kapal. Kalau tidak ada kapal, bukan angkatan laut namanya," tegas Ali sebelum memulai rapat pimpinan (rapim) TNI AL di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta, Rabu (11/2).
Dalam penjelasannya, Ali membeberkan rencana ambisius untuk mendatangkan kapal-kapal kombatan kelas berat. TNI AL tengah mengincar pengadaan kapal perang jenis fregat hingga kapal selam melalui skema kerja sama internasional.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Sebut Perlunya Revitalisasi dan Revolusi Pembangunan Kekuatan TNI
Meski melirik pasar global, Ali memasang syarat ketat bagi produsen luar negeri. Ia mewajibkan adanya transfer teknologi (transfer of technology) dan transfer pengetahuan (transfer of knowledge) dalam setiap kontrak pengadaan.
"Harapan kita, walaupun bangun di luar negeri, tetap TKDN-nya harus lebih dari 50 persen. Kita ingin menguasai teknologi yang tadinya belum kita kuasai melalui kerja sama ini," ungkapnya.
Ia menargetkan industri pertahanan dalam negeri mampu menyerap teknologi tersebut agar kelak Indonesia bisa membangun alutsista secara mandiri. Untuk jenis kapal yang sudah mampu diproduksi sendiri, Ali memastikan akan terus memberdayakan galangan kapal nasional.
Baca Juga: Yonif 514 Gelar Tradisi Penyambutan Purna Tugas Rajawali III
Selain urusan alutsista, Ali menyinggung instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait pengamanan ekonomi di laut. Ia memerintahkan jajarannya untuk menindak tegas segala bentuk penyelundupan yang merugikan keuangan negara.
"Kita semakin tegas sesuai arahan bapak presiden. Kita harus mencegah penyelundupan-penyelundupan yang membocorkan dan memberikan kerugian bagi negara," pungkasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































