Presiden Prabowo Saksikan 10 Formasi Bonanza TNI AL di Teluk Jakarta

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto menyaksikan langsung penampilan 10 formasi udara pesawat Bonanza G-36 milik Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) dalam parade kapal perang (sailing pass) di Teluk Jakarta, Kamis (2/10).
Enam pesawat Bonanza G-36 yang tergabung dalam tim Rajawali Laut Flight (RaLF) tampil memukau dengan manuver udara disertai semburan asap warna-warni. Atraksi yang menjadi penutup rangkaian sailing pass ini menarik perhatian Prabowo yang berada di atas KRI Radjiman Wedyodiningrat-992.
Wakil Komandan Puspenerbal Laksamana Pertama Catur Nur Ardiantoro selaku flight leader, mengatakan penampilan 10 formasi oleh tim Rajawali Laut Flight ini menjadi bagian dari unjuk kesiapan TNI AL menjelang HUT ke-80 TNI.
Baca Juga: 1.047 Alutsista akan Dilibatkan dalam Puncak Perayaan HUT ke-80 TNI, Presiden Prabowo Jadi Irup
"Tim Rajawali Laut Flight memainkan sepuluh formasi, mulai Delta Formation, Leader Benefit, Double Arrow, Double Arrow Break Off, Element Under Take, Synchro, Arrow Formation, Solo, 5 lawan 1, Delta Bomburst Formatio," ujarnya, dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal.

Setiap manuver menghadirkan karakter berbeda, misalnya dari kekompakan segitiga udara, formasi panah ganda, aksi pecah formasi, hingga manuver solo dan formasi “5 lawan 1” yang menggambarkan skenario taktis udara. Atraksi ditutup dengan Delta Bomburst, pesawat Bonanza G-36 pecah ke berbagai arah membentuk efek semburan di langit.
Adapun alutsista Puspenerbal dalam kegiatan sailing pass ini melibatkan 31 unit pesawat, terdiri dari 3 helikopter Bell 505 Ranger, 3 helikopter Bell 412, 4 helikopter Panther AS565 MBE, 5 Piper Archer PA 28-181, 6 Bonanza G-36, 1 King Air KA 350i, 3 Casa NC 212, hingga 3 CN 235-220 MPA.
Baca Juga: Lembaga Farmasi TNI AD akan Lakukan Reorganisasi Setelah Diambil Alih Kemhan
Kemudian, terdapat 1 pesawat nirawak atau UAV ScanEagle dan drone jenis fixed-wing dengan teknologi Vertical Takeoff and Landing (VTOL) HC 540.
Pada kesempatan tersebut, para pejabat dan tamu undangan juga menyaksikan secara langsung tembakan meriam kapal perang, RBU-6000 anti-kapal selam, tembakan Multi Launcher Rocket System (MLRS) RM-70 Grad yang berada di atas di KRI Teluk Amboina-503, serta aksi penanganan perompakan oleh pasukan khusus TNI AL, seperti Detasemen Jalamangkara (Denjaka); Komando Pasukan Katak (Kopaska); dan Detasemen Intai Para Amfibi (Denipam).
Sailing pass ini juga disaksikan Wakil Presiden Rl Gibran Rakabuming Raka, para menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNl Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, Kapolri Jenderal Pos Listyo Sigit Prabowo, unsur pimpinan DPR-MPR Rl, dan para pejabat TNl lainnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































