Presiden Jokowi Bangga Wujudkan PON XX di Tanah Papua

Papua, IDM - Malam ini, saya berdiri dengan rasa bangga di Tanah Papua, membuka penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional XX di Jayapura, di Stadion baru nan megah berkapasitas 40.000 penonton, salah satu yang terbaik di Asia Pasifik, Sabtu (02/10/21).
“Stadion ini juga salah satu simbol kemajuan Papua, selain infrastruktur yang telah terbangun di mana-mana. Konektivitas laut, darat, udara, bandara, pelabuhan, jalan lintas Papua, serta pengembangan sumber daya manusia juga merupakan kemajuan Papua,” terang Presiden.
Presiden juga menambahkan bahwa PON yang pertama kali digelar di Papua ini menunjukkan kesiapan masyarakat Papua dalam menyelenggarakan acara besar untuk berprestasi di kancah Nasional dan Internasional, PON ini juga adalah panggung persaudaraan, kesetaraan, dan keadilan untuk maju dan sejahtera bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Mari, kita merayakan PON XX ini dengan penuh sukacita, menjunjung tinggi sportivitas, mempererat tali persaudaraan, serta kebersamaan, kesetaraan, dan persatuan dan kesatuan bangsa, jelasnya mengakhiri. (wan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































