Prajurit Zeni AD Unjuk Kemampuan Alutsista M3 Amphibious Pontoon ke Singapura

Jakarta, IDM – Prajurit Yonzipur 9/LLB menunjukkan kemampuan Alutsista M3 Amphibious Pontoon kepada delegasi Singapura. Momen ini terjadi saat kegiatan Personel Exchange Program HQ Singapore Combat Engineer pada tanggal 4-8 Agustus 2025 di Bandung, Jawa Barat.
Baca Juga: AAL dan Kadet 21 Negara Latihan Peran Layar di Samudra Hindia
Dilansir dari keterangan Yonif Zipur 9, Sabtu (9/8) dikatakan kegiatan ini diselenggarakan oleh TNI AD sebagai salah satu upaya untuk berbagi ilmu dengan Satuan Militer Asing dan juga upaya untuk menunjukkan betapa luar biasanya alutsista yang dimiliki oleh TNI AD.
M3 Amphibious Pontoon sendiri dipamerkan karena sebagai alutsista Zeni AD yang mampu memberikan bantuan kepada satuan manuver dalam pelaksanaan latihan maupun operasi militer.
Baca Juga: Marinir Tampilkan Perahu Terbang, Inovasi Operasi Amfibi Jadi Sorotan Upacara Kehormatan Militer
Danyonzipur 9/LLB Letnan Kolonel Czi Martin Novence sangat mendukung dan sangat berbangga dapat terlaksananya kegiatan tersebut. Ia menyampaikan dengan adanya kegiatan tersebut akan membuat kekuatan militer kita semakin disegani oleh negara lain. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































