Prajurit Yonif 328/Dirgahayu Gelar Lomba Double Stick dan Bela Diri Taktis antar Kompi

Jakarta, IDM - Batalyon Infanteri (Yonif) 328/Dirgahayu menggelar lomba Double Stick dan Bela Diri Taktis (BDT) antar kompi, bertempat di Balai Prajurit Yonif 328/Dirgahayu, Cilodong, Sabtu (21/10/2023).
Danyonif 328/Dirgahayu, Mayor Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar mengatakan perlombaan ini sengaja di selenggarakan guna mengukur kemampuan perorangan prajurit yang telah dilatihkan.
Baca Juga: TNI AL Akan Kembangkan Drone Kamikaze untuk Tingkatkan Pengamanan Perairan Indonesia
"Masing-masing kompi ditunjuk untuk menyiapkan 20 orang prajurit terbaiknya untuk mengikuti perlombaan kali ini. Terlihat masing-masing kompi sangat antusias dan bersemangat untuk tampil menjadi yang terbaik. Ketangkasan gerak dasar perorangan dan kekompakan tim yang menjadi tolak ukur dalam penilaian perlombaan ini," kata Danyonif.

Ia menjelaskan pada dasarnya latihan bela diri Double Stick dan BDT ini adalah sebagai sarana latihan pembinaan fisik, mental dan kemampuan bela diri militer perorangan jarak dekat.
Baca Juga: Ancaman Perang Hibrida di Era Modern, TNI AL Optimalkan Persenjataan Nirawak
“Terima kasih kepada seluruh peserta dan penyelenggara karena kegiatan ini sudah berjalan dengan baik. Semangat kalian sudah terpancar selama kegiatan berlangsung," kata Danyonif
"Ke depan akan ada perlombaan seperti ini dengan materi yang lebih lanjut. Tidak lain bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kalian baik tingkat perorangan sampai dengan tingkat Batalyon," tutup Danyonif. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































