Sabtu, 2 Maret 2024

Ancaman Perang Hibrida di Era Modern, TNI AL Optimalkan Persenjataan Nirawak

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, mengatakan TNI AL bakal melengkapi persenjataan nirawak secara bertahap untuk menghadapi ancaman perang hibdrida di era modern.

Unmanned system (drone tanpa awak) sangat penting karena resiko terhadap manusia nol, tapi lebih efektif dan efisien,” ujar Ali kepada awak media di Seskoal, Jakarta, Senin (22/10).

Selain itu, lanjut Ali, persenjataan nirawak alias unmanned system juga lebih efisien dibandingkan manned system untuk segi anggaran.

Baca Juga: Kerahkan Helikopter Caracal, TNI AU dan Basarnas Gelar Latihan SAR Heli Rescue

“Jadi, semua (persenjataan) nirawak ini mulai kita kembangkan untuk menghadapi ancaman-ancaman hibrida. Kalau kita kalah teknologi, maka akan dipastikan kita akan lebih lemah menjadi yang inferior,” jelas Ali.

Dalam memenuhi upaya tersebut, Ali mengungkapkan TNI AL harus mengembangkan kemampuan peperangan teknologi informasi kepada prajurit dengan mulai memperkenalkan sistem-sistem baru, seperti alat-alat elektronik counter dan support measure.

“Kemudian, peralatan-peralatan siber yang ada di kapal-kapal perang maupun yang ada di pasukan Marinir,” ungkapnya.

Baca Juga: TNI AL Akan Kembangkan Drone Kamikaze untuk Tingkatkan Pengamanan Perairan Indonesia

Rencana tersebut, kata Ali, baru dioptimalkan setelah target pencapaian Kekuatan Pokok Minimum atau Minimum Essential Forces (MEF) pada 2024 selesai.

“Mungkin ke depan setelah 2024. Jadi, kita setelah itu baru mungkin sampai 2045 diharapkan sudah jadi ideal force (kekuatan ideal) untuk seluruh kekuatan TNI, dalam hal ini juga TNI AL,” kata Ali. (at)

BERITA TERBARU

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER