Prajurit Yonif 3 Marinir Perdalam Kemampuan Senjata Andalan Mortir 81mm

Jakarta, IDM - Mortir dengan larasnya yang halus (smoothbore) dan tekanan penembakan lebih rendah (low pressure), tak ayal menempati posisi sebagai senjata bantuan jarak dekat andalan bagi infanteri.
Meski sudah digunakan sejak era Perang Dunia I, nyatanya perkembangan teknologi turut mempertahankan keberadaan mortir sebagai unsur bantuan tembakan infanteri yang cukup diandalkan hingga kini.
Baca Juga: KSAU Tegaskan Perintah Harian untuk Prajurit TNI AU, Salah Satunya Netralitas di Pemilu 2024
Bentuknya yang ringkas dan mudah dibawa, membuat mortir tak bisa dilepaskan dari setiap pergerakan infanteri. Manfaat ini sangat terasa bagi pasukan khusus yang bergerak di belakang garis musuh yang seringkali tidak memiliki dukungan tembakan artileri.

Salah satunya prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 3 Marinir yang rutin memperdalam materi senjata bantuan mortir 81mm di Kesatrian R Soehadi Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (3/1).
Dikutip dari keterangan Pasmar 2, kegiatan yang dipimpin oleh Letda (Mar) Bambang Sumitro tersebut membahas materi karakteristik hingga cara menggunakan senjata bantuan mortir 81mm yang baik dan benar.
Baca Juga: Situasi di Distrik Namblong Kini Kondusif Buntut Kasus Babinsa Dikeroyok Warga
Komandan Batalyon Infanteri 3 Marinir Letkol (Mar) Adid Kurniawan Wicaksono, menyampaikan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan profesionalisme dan mempertajam kemampuan tempur prajurit.
"Agar selalu siap dan tetap profesional dalam mengawaki senjata lintas lengkung, khususnya mortir 81mm," ujarnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































