Prajurit TNI, Polri Hingga Masyarakat Magelang Antusias Sambut 32 Biksu Thudong

Jakarta, IDM - Aksi toleransi dipertunjukkan masyarakat Magelang. Terlihat jajaran dari TNI, Polri hingga masyarakat antusias menyambut puluhan biksu yang menjalankan ritual thudong atau berjalan kaki menempuh ribuan kilometer.
Dilansir dari Antara, Rabu, (31/5) masyarakat antusias berjejer di kanan dan kiri jalan antara batas Kota Magelang hingga Kelenteng Liong Hok Bio yang terletak di selatan Alun-Alun Kota Magelang.
Kelenteng Liong Hok Bio merupakan tempat istirahat dan bermalam bagi 32 biksu setelah menempuh perjalanan dari Ambarawa Kabupaten Semarang menuju Magelang.
Baca Juga: Satgas Yonarmed 5/Pancagiri Terima 11 Senpi dan 22 Munisi dari Warga
Puluhan biksu ini mengenakan jubah warna cokelat dan berjalan sambil membawa bendera merah putih. Di belakang mereka tampak para pengiring atau pendamping dari TNI, Polri dan juga dari beberapa organisasi kemasyarakatan (ormas) setempat.
Sambutan ramah dan spontan warga kepada para biksu yang telah menempuh perjalanan jauh itu menunjukkan sikap otentik masyarakat Indonesia kepada sesama.
Ketua Thudong Internasional Welly Widadi menuturkan ritual berjalan sudah dilakukan sejak Sang Buddha Gautama. Zaman dulu, Sang Buddha Gautama untuk menyampaikan ajarannya, berjalan kaki dari satu daerah ke daerah yang lain, dari satu kota ke kota yang lain, dan dari satu negara ke negara yang lain.
Baca Juga: Yonkav 10/Mendagiri Ajarkan Bahasa Inggris ke Anak-anak Perbatasan
Thudong yang dilakukan oleh 32 biksu ini mengikuti ajaran Sang Buddha, mereka berjalan kaki dari Thailand menuju Malaysia, Singapura, dan Indonesia dengan tujuan ke Candi Borobudur untuk melaksanakan Tri Suci Waisak 2567 BE/2023.
Para biksu ini dari Thailand berjalan kaki menuju ke Malaysia--Singapura terus menuju ke Batam dengan kapal feri dan dari Batam dilanjut naik pesawat terbang menuju Ibu Kota Negara RI di Jakarta. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































