HANKAM

Prajurit TNI Diminta Hormati Adat Istiadat dan Kearifan Lokal Papua

Frits Wilem Rizard Pelamonia
Upacara Penerimaan dan Pelepasan Satgas Pamtas RI–PNG Kewilayahan Kodam XXIV/Mandala Trikora dari Yonif 123/Rajawali kepada Yonif 516/Caraka Yodha di Lapangan Makodam XXIV/Mandala Trikora beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Kodam XXIV/Mandala Trikora)

Jakarta, IDM – Prajurit TNI yang bertugas di Papua diminta hormati adat istiadat dan kearifan lokal di wilayah tugasnya. Hal ini dikatakan Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia saat memimpin Upacara Penerimaan dan Pelepasan Satgas Pamtas RI–PNG Kewilayahan Kodam XXIV/Mandala Trikora dari Yonif 123/Rajawali kepada Yonif 516/Caraka Yodha di Lapangan Makodam XXIV/Mandala Trikora beberapa waktu lalu.

Dilansir dari keterangan Penkodam XXIV/Mandala Trikora, Selasa (18/8), Frits menjelaskan bahwa tugas pengamanan perbatasan bukan semata-mata menjaga garis batas negara, tetapi juga menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan membangun kepercayaan masyarakat di wilayah penugasan.

Baca Juga: Kakatua hingga Nuri Ditinggal Pemilik di Kapal, Diselamatkan TNI AL

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Hormati adat istiadat dan kearifan lokal, bangun komunikasi serta hubungan yang baik dengan masyarakat. Jadilah prajurit yang mampu menjadi solusi bagi masyarakat, sekaligus tetap tegas dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara,” kata Frits.

Lebih lanjut Frits menekankan agar seluruh prajurit memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI. Ia mengingatkan personel untuk tidak melakukan pelanggaran sekecil apa pun yang dapat mencederai kehormatan satuan maupun kepercayaan masyarakat.

Baca Juga: Prajurit TNI AL Bareng WN Prancis Upacara Bendera di Bawah Laut Situbondo

“Jaga kehormatan satuan, jaga nama baik TNI, dan hindari tindakan yang dapat merusak kepercayaan masyarakat. Tingkatkan kewaspadaan, soliditas dan sinergi dengan seluruh unsur terkait, baik pemerintah daerah, aparat keamanan maupun masyarakat,” pesannya.

Selain pendekatan humanis, Frits juga meminta Satgas meningkatkan kemampuan deteksi dan cegah dini terhadap setiap potensi ancaman di wilayah perbatasan. Sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan dan
masyarakat dinilai penting untuk menciptakan kondisi keamanan yang kondusif.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.