Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkapkan bahaya nyata yang bisa hancurkan karir dan nyawa Prajurit TNI AD. Hal ini dikatakannya saat rapat evaluasi yang digelar secara daring, Senin (31/8).
Terkait program Swakelola Cetak Sawah Rakyat (CSR) TA 2026 di Papua. Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, meminta seluruh pihak yang terlibat dalam program bekerja maksimal, jujur dalam pelaporan, dan mempercepat pekerjaan sebelum kondisi cuaca berubah.
Prajurit TNI yang bertugas di Papua diminta hormati adat istiadat dan kearifan lokal di wilayah tugasnya. Hal ini dikatakan Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia saat memimpin Upacara Penerimaan dan Pelepasan Satgas Pamtas RI–PNG Kewilayahan Kodam XXIV/Mandala Trikora dari Yonif 123/Rajawali kepada Yonif 516/Caraka Yodha di Lapangan Makodam XXIV/Mandala Trikora beberapa waktu lalu.
Tentara Nasional Angkatan Darat dari Kodam XXIV/Mandala Trikora menyatakan kesiapannya untuk "pasang badan" demi mengawal kesuksesan program strategis nasional di sektor pertanian. Komitmen kuat TNI AD ini ditegaskan langsung oleh Pangdam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, saat mendampingi Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman meninjau proyek modernisasi pertanian di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7).
TNI AD melalui Pangdam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia mengatakan bahwa Papua Selatan lebih cocok menjadi sektor pangan nasional daripada tambang.