HANKAM

Pangdam Mandala Trikora: Papua Selatan Cocok jadi Lumbung Pangan Nasional

Pangdam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia.
Pangdam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia. (Foto: Dok. Kodam XXIV/Mandala Trikora)

Jakarta, IDM – TNI AD melalui Pangdam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia mengatakan bahwa Papua Selatan lebih cocok menjadi sektor pangan nasional daripada tambang.

Hal ini dikatakannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Kunjungan Presiden Republik Indonesia di Papua Selatan yang digelar di Kantor Gubernur Papua Selatan, Jalan KTM Salor, Kampung Ivimahad, Merauke, Papua Selatan, Rabu (20/5).

Frits menilai Program Strategis Nasional bidang pangan memiliki prospek besar bagi masa depan Papua Selatan dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Sasar Standar Global, TNI AL Bakal Uji Coba Program Navigasi S-100 September Ini

Karena hal ini ia memastikan pentingnya keterlibatan seluruh stakeholder dan tokoh adat dalam mendukung suksesnya agenda nasional tersebut, khususnya di wilayah Wanam, Distrik Ilwayab.

"Saya setuju seluruh instansi dan stakeholder harus dilibatkan. Tokoh-tokoh adat juga harus ikut dilibatkan agar seluruh proses berjalan baik dan mendapat dukungan masyarakat. Program pangan ini sangat penting. Kalau sektor tambang memiliki batas waktu, maka sektor pangan bisa terus berjalan. Dalam satu tahun bisa panen tiga sampai empat kali dengan nilai ekonomi yang sangat besar,” ujar Frits seperti dikutip keterangan Penkodam XXIV/Mandala Trikora, Kamis (21/5).

Senada, Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Jhon Gluba Gebze mengatakan bahwa Merauke memiliki potensi besar menjadi lumbung padi terbesar di Indonesia apabila dikelola secara maksimal.

"Potensi Merauke sangat besar untuk menjadi lumbung pangan nasional. Karena itu seluruh persiapan harus direncanakan secara matang, termasuk antisipasi musim kemarau, irigasi, hingga pengendalian hama," ungkapnya.

Baca Juga: OPM Tewaskan Delapan Pendulang Emas di Yahukimo, Koops TNI Habema: Korban Dituding Nyamar Aparat Keamanan

Sementara itu terkait rencana kunjungan Presiden, Gubernur Papua Selatan Apollo Safanpo menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah lokasi alternatif yang direncanakan menjadi titik pelaksanaan panen raya Presiden RI.

“Kita telah menyiapkan lokasi panen raya berikut fasilitas pendukungnya. Selain Semangga 3, kita juga siapkan alternatif lokasi di Wasur dan Wanam agar seluruh kesiapan teknis dapat dimaksimalkan,” kata Apollo.

Menurutnya, survei lapangan dan koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan guna memastikan seluruh agenda kunjungan Presiden berjalan aman, lancar, dan sesuai sasaran. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.