Prajurit TNI Awasi Aktivitas OPM dengan Mengintegrasikan Smartphone ke Teropong Senjata

Jakarta, IDM - Sebuah inovasi di medan operasi diciptakan prajurit TNI saat mengawasi aktivitas Organisasi Papua Merdeka (OPM). Dilansir dari video yang diunggah @infokomando.official, Selasa, (7/2) inovasi tersebut yaitu mengintegrasikan smartphone ke teropong senjata sehingga dapat melihat dengan jelas para anggota OPM dari jarak radar amunisi.
Dalam video tersebut prajurit TNI memiliki cara dalam mengawasi aktivitas musuh dalam radius yang cukup jauh.

"Dengan terus memperbesar layar smartphone, prajurit TNI itu memperhatikan mereka dari kejauhan," tulis keterangan video.
Belum diketahui lokasi pasti namun para prajurit dapat mengetahui aktivitas OPM saat berada di hutan.
Senapan yang digunakan oleh prajurit adalah jenis runduk SPR2 buatan Pindad. Senjata ini mampu membidik hingga jarak 2 kilometer dengan akurasi yang sangat baik.

Baca: Beginilah Isi Ransel Prajurit Macan Kumbang Selama Tiga Hari di Tugas Operasi
Senapan tersebut menggunakan peluru kaliber 12,7 x 99 milimeter dan dalam satu pengisian mampu memuat sampai 5 peluru.
Dalam video tersebut, besar kemungkinan jarak jangkauan musuh masih dalam radius yang dapat dijangkau oleh senapan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































