Beginilah Isi Ransel Prajurit Macan Kumbang Selama Tiga Hari di Tugas Operasi

Jakarta, IDM - Prajurit Yonif Raider 515 Kostrad atau dikenal dengan julukan "Ksatria Macan Kumbang" menggelar apel pengecekan perlengkapan prosedur tetap (protap) ransel hubungan batalyon. Apel yang dipimpin langsung Komandan Yonif Letkol Inf Aditya Wira Respati ini ingin mengetahui kesiapan prajurit apakah isi dalam ransel sesuai dengan Protap bekal selama tiga hari.
Lalu apa sajakah isi dalam ransel prajurit tersebut?
Dilansir keterangan resminya Dispenad, Selasa, (7/2) sesuai protap yaitu terdiri dari 1 buah Ponco, 1 buah Matras, 1 Stel Pakaian PDL, Pakaian Dalam 1 Set, Topi Rimba, Alat Pembersih (alat mandi dan alat pembersih senjata), peralatan makan 1 set (misting dan sendok garpu ), 1 stel sepatu PDL, 1 buah handuk, beras 1,5 kg, mie instan 6 buah dan sarden 3 kaleng.
"Bilamana Ksatria Macan Kumbang sewaktu waktu dibutuhkan secara tiba-tiba, semua anggota siap bergerak untuk melaksanakan tugas dan tidak perlu lagi mencari perlengkapan yang dibutuhkan," kata Aditya.
Baca: Dankormar Hadiri Alih Kodal Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI
Setelah apel gelar pasukan dan perlengkapan protap ransel, kegiatan dilanjutkan dengan Jam Komandan.
“Hindari segala bentuk pelanggaran sekecil apapun yang dapat mengakibatkan tidak dapatnya kesejahteraan,” pesan Aditya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































